Diperkirakan Naik Kereta, Perjalanan Kim Jong-un ke Vietnam Makan Waktu 2 Hari

Pemimpin Korea Utara diperkirakan akan bertolak dari Pyongyang menuju Vietnam melalui jalur darat dengan menggunakan kereta
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 20 Februari 2019  |  20:36 WIB
Diperkirakan Naik Kereta, Perjalanan Kim Jong-un ke Vietnam Makan Waktu 2 Hari
Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un bertemu empat mata di Pulau Sentosa, Singapura, Selasa (12/6/2018). - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Rencana perjalanan Pemimpin Korea Utara menuju Vietnam untuk pertemuan kedua dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mulai memperlihatkan titik terang.

Sempat dikabarkan akan menggunakan pesawat sewaan dari China, dua orang sumber yang mengetahui rencana keamanan dan logistik KTT Korut-AS menyatakan pada Reuters bahwa Kim akan tiba di Vietnam dengan menggunakan kereta.

"Kereta yang dipakai Kim akan berhenti di stasiun Dong Dang di daerah perbatasan Vietnam, dari sana ia akan melalui perjalanan sejauh 170 km menuju Hanoi dengan mobil," kata sumber tersebut, Rabu (20/2/2019)

Perjalanan darat dengan kereta dari Korea Utara menuju Vietnam setidaknya memakan waktu dua setengah hari mengingat jarak yang ditempuh mencapai ribuan kilometer. Jika merujuk pada pertimbangan ini, Kim diperkirakan akan bertolak dari Pyongyang akhir pekan ini dan tiba di Hanoi pada 25 Februari sesuai jadwal yang direncanakan.

Secara terpisah, tiga sumber lain yang mengetahui persiapan KTT mengatakan pada Reuters tempat yang kemungkinan akan menjadi lokasi pertemuan Kim dan Trump pada 27-28 Februari nanti. Tempat tersebut adalah Wisma Pemerintah Vietnam, sebuah bangunan yang dibangun pada masa kolonial dan berada di pusat kota Hanoi. Adapun Metropole Hotel yang berada di seberang Wisma Pemerintah disebut akan menjadi lokasi alternatif pertemuan.

Kelima sumber yang membeberkan hal ini mengatakan rencana ini bisa saja berubah. Mereka sejatinya tak diperkenankan berbicara kepada media karena rencana perjalanan Kim merupakan isu sensitif yang seharusnya bersifat rahasia.

Hal ini sejalan dengan pernyataan Perdana Menteri Vietnam Nguyen Xuan Phuc pada Selasa (19/2/2019) yang menyebutkan bahwa keamanan selama KTT adalah "prioritas utama" Vietnam sebagai tuan rumah.

Pertemuan Kim dan Trump di Vietnam akhir bulan ini akan menjadi kedua kalinya kedua pemimpin bertatap muka. Pada Juni 2018 lalu, keduanya bertemu di Singapura dalam KTT bersejarah yang menghasilkan kesepakatan denuklirisasi di Semenanjung Korea. Kendati demikian, kesepakatan tersebut belum memperlihatkan hasil yang signifikan karena tidak jelasnya mekanisme yang mengatur proses pelucutan senjata Korea Utara.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
korut, Donald Trump

Sumber : Reuters

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top