Donald Trump Tanda Tangan Arahan Pembentukan Angkatan Luar Angkasa AS

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Selasa menandatangani arahan untuk memulai proses pendirian cabang militer baru yang didedikasikan untuk menangani ancaman di luar angkasa, Angkatan Luar Angkasa AS.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 20 Februari 2019  |  07:39 WIB
Donald Trump Tanda Tangan Arahan Pembentukan Angkatan Luar Angkasa AS
Donald Trump - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Selasa menandatangani arahan untuk memulai proses pendirian cabang militer baru yang didedikasikan untuk menangani ancaman di luar angkasa, Angkatan Luar Angkasa AS.

DIlansir Reuters,  arahan yang disebut Kebijakan Luar Angkasa 4 ini menetapkan landasan bagi usulan legislatif untuk membentuk korps baru di bawah naungan Angkatan Udara, cabang yang saat ini bertanggung jawab atas ruang angkasa.

Korps luar angkasa ini akan ditempatkan setara dengan Marinir di bawah Angkatan Laut AS.

Pemerintahan Trump mengatakan pihaknya berencana untuk memfasilitasi korps ini pada tahun 2020. Namun undang-undang tersebut harus disetujui oleh Kongres, yang dapat menjadi perdebatan berat dengan Dewan Perwakilan Rakyat yang sekarang dikendalikan oleh Demokrat.

Dalam upacara penandatanganan Oval Office pada hari Selasa, presiden menyebut Angkatan Luar Angkasa sebagai prioritas keamanan nasional.

Tugas korps tersebut antara lain akan bertanggung jawab atas berbagai kemampuan militer AS berbasis ruang angkasa, yang mencakup segala sesuatu mulai dari satelit Global Positioning System (GPS) hingga sensor yang membantu melacak peluncuran rudal.

“Korps tersebut akan memiliki fungsi tempur dan dukungan tempur untuk memungkinkan operasi ruang angkasa ofensif dan defensif yang cepat dan berkelanjutan," ungkap memo yang ditandatangani Selasa, seperti dikutip Reuters.

Mac Thornberry, anggota partai Republik tingkat atas dari House Armed Services Committee, memuji usulan tersebut.

“(Usulan Angkatan Luar Angkasa) adalah langkah penting berikutnya menuju reformasi nyata ruang keamanan nasional di mana kita menghadapi ancaman nyata yang ditimbulkan oleh Rusia dan China,” ungkap Thornberry.

Para pendukung korps Luar Angkasa mengatakan usulan ini akan membuat Pentagon lebih efisien.

Namun, usulan ini juga menghadapi kritik dari beberapa pejabat senior militer dan anggota parlemen. Senator Demokrat Brian Schatz, yang berada di subkomite Alokasi Pertahanan, tahun lalu menyebut ini adalah "ide bodoh."

Kepala Angkatan Udara AS Jenderal David Goldfein mengatakan kepada lembaga think-tank Brookings bahwa pembentukan Angkatan Luar Angkasa, yang menjadi cabang militer baru pertama sejak Angkatan Udara didirikan pada tahun 1947, masih jauh dari harapan.

Ia mengungkapkan, detail rumit tentang bagaimana kita bergerak maju dalam membangun korps ini di bawah Angkatan Udara masih dikerjakan.

"Dari perspektif perang, langkah paling penting yang kita ambil, dan salah satu yang harus kita lakukan paling cepat, adalah menetapkan Komando Luar Angkasa AS sebagai komandan,” katanya.

Patrick Shanahan, pelaksana tugas menteri pertahanan dan mantan wakil menteri, mengatakan tahun lalu bahwa korps itu dapat memiliki anggaran awal kurang dari US$5 miliar. Pada hari Selasa, seorang pejabat Pentagon mengatakan biaya awal diperkirakan mencapai sekitar US$72 juta.

Juru bicara Pentagon Charles Summers mengatakan proposal itu akan diajukan ke Kongres dalam beberapa pekan mendatang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Donald Trump

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top