Perludem : Data Caleg Masih Misterius, Politik Uang Bisa Meningkat

Masih banyaknya calon anggota legislatif yang belum bersedia membuka data diri berpotensi terjadinya politik uang. Bagaimana masyarakat memilih wakil legislatifnya jika tidak mengenal kandidat dalam pemilu nanti.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 20 Februari 2019  |  19:59 WIB
Perludem : Data Caleg Masih Misterius, Politik Uang Bisa Meningkat
Ketua KPU Arief Budiman (kanan) bersama Komisioner KPU Ilham Saputra (kiri) menunjukkan berkas Caleg berstatus terpidana korupsi saat mengumumkan data terbaru nama calon legislatif (caleg) dengan status mantan terpidana korupsi yang berpartisipasi pada Pemilu 2019 di Gedung KPU, Jakarta, Selasa (19/2/2019). - ANTARA/Reno Esnir
Bisnis.com, JAKARTA – Masih banyak calon anggota legislatif yang tidak bersedia membuka data diri melalui laman Komisi Pemilihan Umum. Politik uang bisa meningkat karena ini.
Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini mengatakan bahwa dampak tersebut sangat terasa kepada pemilih pemula.
“Karena bagaimanapun mereka harus tahu data tersebut. Ini agar tidak malah terkecoh dengan hal-hal yang sifatnya artificial, simbolik, dan rentan untuk jadi target sasaran politik uang,” katanya saat dihubungi, Rabu (20/2/2019).
Titi menjelaskan bahwa keterbukaan informasi sangat penting bagi pemilih muda. Apalagi pemilihan legislatif jauh kalah pamor dari presiden. 
“Karena mereka tidak tahu, ya sudah mereka didekati dengan cara pragmatis sehingga pemilih menjadi permisif,” jelasnya. 
Jika pemilih mendapat info memadai, maka ini bisa membuka pandangan pemilih mana caleg yang baik dan buruk. Tentu tujuan utamanya menghindari cara menyimpang caleg itu sendiri.
Berdasarkan data KPU, sebanyak 2.049 dari 8.037 atau sekitar 25% dari seluruh caleg tidak bersedia membuka daftar riwayat hidupnya. Di sisi lain pemilih pemula ada 5 juta dari total keseluruhan sebanyak 192 juta jiwa. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kpu, caleg

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top