Di Balik Debat Capres II: Situs Cek Fakta Diburu, Situs Cek Fakta "Diisi" Video Hantu

Saat hingga selesai debat, sejumlah jurnalis menjadikan situs pengecekan fakta untuk mengkonfirmasi apa yang dikatakan capres. Sejumlah pernyataan capres mendapat komparasi di situs tersebut. Hasilnya, pembaca media pun bisa mengetahui sejauh mana akurasi pernyataan capres dalam debat.
Saeno
Saeno - Bisnis.com 20 Februari 2019  |  12:08 WIB
Di Balik Debat Capres II: Situs Cek Fakta Diburu, Situs Cek Fakta
Tangkapan layar situs cekfakta.com, Rabu (20/2 - 2019) pukul 12.05 WIB.

Bisnis.com, JAKARTA - Ada kisah menarik di balik ramainya pemberitaan tentang debat capres putaran kedua, Minggu 17 Februari 2019.

Saat hingga selesai debat, sejumlah jurnalis menjadikan situs pengecekan fakta untuk mengkonfirmasi apa yang dikatakan capres. Sejumlah pernyataan capres mendapat komparasi di situs tersebut. Hasilnya, pembaca media pun bisa mengetahui sejauh mana akurasi pernyataan capres dalam debat.

Di sisi lain, situs fakta yang menjadi buruan untuk mengkonfirmasi pernyataan capres dalam debat juga menjadi sasaran peretasan. Sebuah tindakan yang bisa digolongkan sebagai cara untuk menghalangi munculnya data pembanding yang lebih akurat.

Tempo.co menyebutkan situs pengecekan fakta bernama cekfakta.com telah diretas pada Selasa, 19 Februari 2019. Peretasan terjadi setelah cekfakta.com dan sejumlah media menggelar acara periksa fakta dan data terkait kebenaran pernyataan capres dalam debat capres dua hari sebelumnya.

"Kami menyesalkan peretasan atas situs cekfakta.com yang merupakan kolaborasi media-media online untuk mencerahkan dan memberi informasi yang akurat pada publik," ujar Pemimpin Redaksi Tempo.co Wahyu Dhyatmika dalam keterangan tertulis, Selasa, 18 Februari 2019, dikutip dari Tempo.co, Rabu (20/2/2019).

Peretasan situs cekfakta.com terjadi pukul 05.00 WIB pagi. Peretas mengubah tampilan situs ke berbagai video hantu yang ada di youtube.com.

Peretas diketahui mengubah ID pemilik situs cekfakta.com menjadi bernama Elliot Alderton dengan email thegreatfsociety@gmail.com.

Pengelola situs tentu tidak tinggal diam dan telah berkoordinasi dengan IDWebHost sebagai pengelola domain cekfakta.com. Adapun, situs cekfakta.com dikelola oleh 24 media online anggota Asosiasi Media SIber Indonesia (AMSI).

Wahyu menyayangkan adanya peretasan dalam situs yang membantu publik untuk mendapatkan informasi yang akurat itu. Menurut dia, situs ini merupakan perwujudan kerja sama asosiasi media siber dalam memverifikasi dan melawan hoax serta disinformasi. "Ke depan kami akan memperbaiki sistem pengamanan situs ini," katanya.

Sementara itu, masih dikutip dari Tempo.co, Editor In Chief KabarMedan.com, Agoez Perdana mengatakan peretasan cekfakta.com merupakan pertanda banyak pihak yang tak senang dengan keberadaan situs ini. Menurut dia, pihak-pihak itu tak menginginkan ketika kebenaran diungkapkan ke publik.

"Ini tak akan membuat kami berhenti melawan hoax. Kami akan terus bekerja keras bersama teman-teman media lain yang juga bergabung di kolaborasi cekfakta.com untuk menghadirkan fakta sebenar-benarnya," ucap Agoez terkait peretasan cekfakta yang terjadi selang dua hari usai debat capres kedua tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Debat Capres, Pilpres 2019

Sumber : TEMPO.CO

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top