Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Core Sebut Dua Isu Ini Bakal Panas Disorot Dalam Debat Capres II

Center of Reform on Economics (Core) memperkirakan ada dua isu yang akan mendapatkan sorotan utama oleh kedua calon presiden dalam Debat Capres putaran II yakni infrastruktur dan pangan.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 15 Februari 2019  |  18:17 WIB
Ilustrasi sosialisasi Debat Kedua Calon Presiden Pemilu 2019 yang digelar di Hotel Sultan Jakarta, Minggu (17/2/2019) dengan tema: Energi dan Pangan, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup, serta Infrastruktur. - Istimewa
Ilustrasi sosialisasi Debat Kedua Calon Presiden Pemilu 2019 yang digelar di Hotel Sultan Jakarta, Minggu (17/2/2019) dengan tema: Energi dan Pangan, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup, serta Infrastruktur. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Center of Reform on Economics (Core) memperkirakan ada dua isu yang akan mendapatkan sorotan utama oleh kedua calon presiden dalam Debat Capres putaran II yakni infrastruktur dan pangan.

Seperti diketahui, dalam Debat Capres Jilid II yang akan diselenggarakan pada MInggu (17/2/2019), kedua capres bakal mendiskusikan tiga sektor yakni pangan, energi, dan infrastruktur.

“Karena energi enggak begitu banyak yang tahu isunya, kemudian diskusinya hanya potongan-potongan kecil. Kalau diskusi infrastruktur, diskusinya akan hitam putih,” kata ekonom Core Indonesia Ahmad Akhbar Susamto dalam diskusi ‘Jelang Debat Capres II: Menakar Isu Pangan, Energi, dan Infrastruktur’, Jumat (15/2/2019).

Di satu sisi, isu pembangunan infrastruktur oleh petahana, Presiden Joko Widodo dan Capres Jokowi, dianggap sebagai keberhasilan pemerintah sepanjang lima tahun terakhir. Tak hanya itu, pembangunan infrastruktur juga dinilai sebagai jawaban atas tingginya ongkos logistik di Tanah Air.

Namun, infrastruktur yang dibangun masih menyisakan sejumlah pekerjaan rumah yakni dari sisi keterjangkauan harga (operasional) hingga dampaknya bagi masyarakat sekitar yang belum dirasakan.

Sebaliknya, di kubu oposisi, upaya pemerintah yang gencar membangun infrastruktur diasosiasikan dengan tingginya hutang pemerintah, pembangunan tol yang tidak menjawab permasalahan kebutuhan masyarakat, hingga pembiayaan infrastruktur yang mahal.

Bahkan, penentangan atau dukungan atas kedua pasangan calon tersebut sempat membuat panas media sosial yang ditunjukkan dengan sejumlah pernyataan misalnya ‘Kami Tidak Makan Jalan Tol’, ‘Jalan Tol Jokowi, atau ucapan Wali Kota Semarang yang menyebutkan masyarakat tidak boleh melewati jalan tol jika tidak mendukung Jokowi.

Menurutnya, kedua capres kemungkinan hanya berkutat pada hal-hal yang tidak substantif terkait isu infrastruktur sehingga diskusinya akan berakhir menjadi hitam putih. Akibatnya, diskusi akan lebih gampang untuk diarahkan saling menyerang tanpa basis data-data yang jelas.

“Di politik itu kan sebenernya diskusinya simplifikasi supaya orang awam mudah menangkap,” ujarnya.

Sementara itu, Ismail Fahmi, Pakar Media Sosial Drone Emprit, mengemukakan isu pangan juga sangat berpotensi untuk menjadi ajang saling serang antara kedua capres.

Dia mencontohkan, dalam beberapa kunjungan Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno ke daerah, isu pangan selalu menjadi perhatian utamanya. Bahkan, dalam analisanya di media sosial pada 15 Januari-14 Februari 2019, pasangan calon nomor 2 mendapatkan rating cukup tinggi pada isu pangan.

“Isu yg paling menaruk untuk dipercakapkan adalah infrastruktur. Berikutnya adalah soal pangan. Dari isu-isu yang ada soal harga pangan yang naik turun, impor,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Debat Capres Pilpres 2019
Editor : Fajar Sidik
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top