Gedung Putih: Trump Masih Ingin Bertemu Xi Jinping

Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengungkapkan Presiden Donald Trump masih memiliki keinginan untuk bertemu Presiden China Xi Jinping demi upaya mengakhiri konflik perdagangan antara kedua negara.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 12 Februari 2019  |  10:07 WIB
Gedung Putih: Trump Masih Ingin Bertemu Xi Jinping
Gedung Putih di Washington DC, AS - Reuters/Jason Reed

Kabar24.com, JAKARTA – Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengungkapkan Presiden Donald Trump masih memiliki keinginan untuk bertemu Presiden China Xi Jinping demi upaya mengakhiri konflik perdagangan antara kedua negara.

Pernyataan ini menjadi tanda optimisme baru ketika para negosiator dari dua negara berkekuatan ekonomi terbesar di dunia tersebut melanjutkan perundingan perdagangan mereka di Beijing pekan ini.

“Dia ingin segera bertemu dengan Presiden Xi. Presiden ini [Trump] menginginkan kesepakatan. Dia menginginkan keadilan bagi warga dan pekerja Amerika dan kepentingan Amerika,” ungkap penasihat Gedung Putih Kellyanne Conway pada Senin (11/2/2019) di Fox News, seperti dilansir Bloomberg.

Ketidakpastian apakah kedua pemimpin dunia tersebut akan bertemu untuk mencapai kesepakatan soal perdagangan telah menimbulkan kekhawatiran mengenai kebuntuan negosiasi seiring dengan mendekatnya batas waktu 1 Maret yang ditetapkan untuk menghindari kenaikan tarif.

Jika hingga 1 Maret mendatang kedua negara gagal mencapai kesepakatan, Trump telah mengancam meningkatkan tarif untuk impor senilai US$200 miliar asal China menjadi 25% dari 10%.

Dalam perundingan yang digelar di Beijing pekan ini, para pejabat AS berupaya mendesak China untuk berkomitmen mereformasi model ekonomi yang dipandang telah merugikan perusahaan-perusahaan Amerika.

Pejabat pemerintah AS tingkat menengah telah memulai diskusi pada Senin (11/2) dalam persiapan untuk perundingan perdagangan mulai Kamis (14/2) yang melibatkan Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer, Menteri Keuangan Steven Mnuchin, dan Wakil Perdana Menteri China Liu He.

Pada Januari, Trump mengatakan berencana untuk bertemu Xi Jinping pada akhir Februari. Namun tak berapa lama kemudian Trump menarik perkataannya dengan mengatakan tidak akan ada pertemuan dengan pemimpin China tersebut bulan ini.

Menurut Conway, kedua pemimpin negara masih berpeluang dapat bertemu pada bulan Maret di resor Mar-a-Lago milik Trump di Florida. Trump pernah mengatakan tidak akan ada kesepakatan final sampai dia bertemu dengan Xi Jinping.

“Dia [Trump] telah menjalin hubungan yang saling menghormati dengan Presiden Xi. Mereka akan segera bertemu lagi,” yakin Conway.

Menghadapi perlambatan ekonomi di dalam negeri, pemerintah China memiliki motivasi yang kuat untuk menanggapi permintaan AS sekaligus mengakhiri perang dagang.

Namun, dengan pemerintah AS kini mendorong rencana memprioritaskan pengeluaran untuk riset kecerdasan buatan, akan sulit untuk membujuk China keluar dari kebijakannya untuk mendominasi teknologi maju.

Seiring dengan mendekatnya batas waktu 1 Maret, spekulasi pun berkembang bahwa akan sulit bagi negosiator kedua belah pihak untuk untuk mencapai kesepakatan utuh seperti yang diminta oleh Trump.

“Kuncinya adalah apakah AS dan China dapat menemukan titik temu. Tidak dapat dikesampingkan bahwa AS akan memperpanjang batas waktu, tetapi masih terlalu dini untuk memprediksi apa pun,” menurut He Weiwen, mantan pejabat kementerian perdagangan China dan rekan senior di sebuah kelompok riset independen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Donald Trump, perang dagang AS vs China

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top