Trump Teken Perintah Eksekutif Soal Riset Kecerdasan Buatan

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang mengarahkan pemerintah AS untuk memprioritaskan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam pengeluaran untuk riset dan pengembangannya.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 12 Februari 2019  |  09:09 WIB
Trump Teken Perintah Eksekutif Soal Riset Kecerdasan Buatan
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. - REUTERS/Yuri Gripas

Kabar24.com, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang mengarahkan pemerintah AS untuk memprioritaskan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam pengeluaran untuk riset dan pengembangannya.

Perintah itu, yang ditandatangani Trump pada Senin (11/2/2019), keluar di tengah kekhawatiran tentang ambisi China untuk mendominasi sektor tersebut dan kemungkinan disrupsi bagi para pekerja akibat kemajuan teknologi.

Meski pihak Gedung Putih tidak menguraikan tujuan tertentu dari pendanaan, perintah tersebut dikatakan bertujuan untuk memastikan bahwa AI berkembang dengan cara yang mencerminkan nilai-nilai AS serta untuk mendorong pelatihan bagi tenaga kerja di masa depan.

Langkah itu diambil kurang dari sepekan setelah Trump menyampaikan pidato kenegaraannya. Saat itu ia mengatakan investasi dalam "industri-industri terdepan di masa depan" adalah "suatu keharusan".

Dalam sebuah pernyataan saat pidato Trump tersebut, Kantor Kebijakan Sains dan Teknologi Gedung Putih mengatakan bahwa AI adalah salah satu industri yang dirujuk oleh Trump, di samping broadband 5G, manufaktur berteknologi canggih, dan lainnya.

Para pemimpin teknologi juga telah mendesak pemerintah AS soal dana penelitian dan pengembangan tambahan serta strategi pendidikan yang lebih terfokus.

Pada Desember, sejumlah eksekutif perusahaan terpandang, di antaranya Sundar Pichai dari Google, Ginni Rometty dari International Business Machines Corp., dan Satya Nadella dari Microsoft, bertemu dan berdiskusi dengan pejabat Gedung Putih, termasuk Ivanka Trump, mengenai topik yang sama.

Pada Mei lalu, seorang pejabat tinggi Gedung Putih untuk bidang teknologi, Michael Kratsios, meyakinkan para peserta lebih dari 100 perusahaan di beberapa sektor ekonomi bahwa pemerintah AS akan mengupayakan pendekatan pengaturan untuk AI agar memungkinkannya tumbuh tanpa hambatan.

“Perintah eksekutif yang ditandatangani pada Senin memvisualisasikan pedoman peraturan untuk memastikan teknologi itu dapat dipercaya,” jelas seorang pejabat Gedung Putih, seperti dilansir Bloomberg.

Para pemimpin dari perusahaan-perusahaan teknologi, seperti Intel Corp dan IBM, berikut Asosiasi Teknologi Konsumen menyambut hangat perintah tersebut.

Pemerintah AS mengikuti langkah-langkah China untuk membangun dominasi dalam teknologi dengan implikasi yang luas untuk keamanan nasional.

Pemerintah China diketahui telah membuat peningkatan 10 kali lipat dalam output AI sebagai prioritas nasional untuk tahun-tahun mendatang.  Banyak perusahaan di Negeri Tirai Bambu menerapkan sistem pembelajaran mesin untuk memperbarui layanan perbankan, mengidentifikasi wajah dalam kerumunan, maupun mengendalikan drone.

Perintah itu pada umumnya tidak mencakup perlindungan kekayaan intelektual atau kontrol ekspor, yang telah berusaha digunakan oleh pemerintah AS untuk membatasi China di bidang-bidang lain, tetapi bertujuan untuk membuka pasar bagi perusahaan A.S.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Donald Trump

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top