450 Intelijen Rusia & China Berkeliaran di Markas Besar Uni Eropa

Uni Eropa yang membidangi urusan luar negeri, European External Action Service atau EEAS, mengeluarkan peringatan bahwa sekitar 250 intelijen China dan sekitar 200 intelijen Rusia beroperasi di Brussels, Belgia, markas besar Uni Eropa.
Newswire | 11 Februari 2019 15:54 WIB
Tentara Belgia mengamankan markas besar Uni Eropa di Brussels. Bendera Inggris Union Jack nampak berkibar di sebelah bendera Uni Eropa menjelang kunjungan PM Inggris David Cameron ke Belgia (29/1/2016). - Reuters/Francois Lenoir

Bisnis.com, JAKARTA - Uni Eropa yang membidangi urusan luar negeri, European External Action Service atau EEAS, mengeluarkan peringatan bahwa sekitar 250 intelijen China dan sekitar 200 intelijen Rusia beroperasi di Brussels, Belgia, markas besar Uni Eropa.

Peringatan itu dilaporkan oleh harian Jerman, Welt am Sonntag seperti dilansir Deutsche Welle, Sabtu, 9 Februari 2019.

EEAS kemudian menyarankan agar diplomat dan pejabat militer menghindari tempat-tempat tertentu di markas besar Uni Eropa di Brussels termasuk restoran maupun kafe terkenal dekat area utama Komisi Eropa.

Menurut Ketua diplomat Uni Eropa, Federica Mogherini, sebagian besar agen intelijen China dan Rusia bermarkas di kedutaan-kedutaan dan misi perdagangan.

Masalah intelijen asing merupakan rahasia umum di Brussels, mengingat kota itu penting sebagai ibu kota Uni Eropa dan juga markas NATO. Selain intelijen China dan Rusia, intelijen Amerika dan Maroko juga dilaporkan beroperasi di Brussels.

China membantah keras tudingan ratusan intelijennya beroperasi di Brussels. China menyebut laporan EEAS tidak berdasar.

"Kami sungguh kaget dengan laporan tak berdasar itu. Cina selalu menghormati kedaulatan semua negara, dan tidak mencampuri urusan dallam negeri negara-negara lain," kata misi Cina untuk Uni Eropa dalam pernyataannya yang dimuat di situs resminya, Minggu, 10 Februari 2019.

Beijing menjalankan hubungan yang sehat dan stabil dengan Uni Eropa. Oleh karena itu pihak-pihak terkait harusnya memberlakukan China dan hubungan Cina dan Uni Eropa secara objektif dan adil dan tidak membuat pernyataan-pernyataan yang tidak bertanggung jawab.

Pernyataan Uni Eropa tentang ratusan intelijen China beroperasi di Brussels merupakan peristiwa terbaru dari sejumlah tuduhan mata-mata oleh Beijing.

Pada Jumat pekan lalu, Lithuania menuding China melakukan aksi intelijen dan mempengaruhi opini publik dalam kasus di antaranya Tibet dan kemerdekaan Taiwan.

Lithuania bergabung dengan negara-negara Eropa lainnya menuding raksasa perusahaan telekomunikas China, Huawei melakukan aktivitas intelijen melalui produk teknologi informasi yang diproduksinya.

Sumber : Tempo

Tag : uni eropa, china, rusia, intelijen
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top