KABAR GLOBAL: Kala Indonesia & India Jadi Sorotan, PM May Masih Butuh Waktu Negosiasi

Berita mengenai obligasi Indonesia dan India yang menjadi sorotan investor global serta PM Inggris Theresa May yang masih membutuhkan waktu untuk negosiasi menjadi topik utama media massa hari ini, Senin (11/2/2019).
Aprianto Cahyo Nugroho | 11 Februari 2019 09:28 WIB
Perdana Menteri Inggris Theresa May - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai obligasi Indonesia dan India yang menjadi sorotan investor global serta PM Inggris Theresa May yang masih membutuhkan waktu untuk negosiasi menjadi topik utama media massa hari ini, Senin (11/2/2019).

Berikut ringkasan sejumlah berita utama media massa hari ini:

Kala Indonesia & India Jadi Sorotan. Di tengah perekonomian global yang masih diselimuti berbagai sentimen ketidakpastian, investor pun terus mencermati tujuan negara untuk menempatkan dana investasinya. Selain pasar saham, obligasi pun tak jarang menjadi pilihan. (Bisnis Indonesia)

PM May Masih Butuh Waktu Negosiasi. Menteri Perumahan Inggris James Brokenshire mengatakan bahwa Perdana Menteri Inggris, Theresa May, pekan ini akan memberikan kesempatan bagi parlemen untuk membuka sesi debat terkait dengan Brexit sambil mencuri lebih banyak waktu untuk menegosiasikan kesepakatan baru dengan Uni Eropa (Bisnis Indonesia)

AS–China Bahas Kekayaan Intelektual. Delegasi Amerika Serikat sedang bersiap untuk bertolak ke Beijing untuk kembali mendesak reformasi kebijakan pemerintah China mengenai perlakuan terhadap kekayaan intelektual perusahaan Negeri Paman Sam. (Bisnis Indonesia)

Perundingan AS-China Masih Sengit. Penyelesaian sengketa dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China tampaknya masih jauh dari kata selesai. Kedua negara masih akan melanjutkan perundingan perdagangan pada pekan pekan depan. (Kontan)

Konsumsi AS Melambat. Pesimisme melambatnya pertumbuhan di Amerika Serikat (AS) kian meningkat. Banyak manajer investasi (MI) di AS kini semakin mulai menghindari saham di perusahaan ritel. Hal ini disebabkan kekhawatiran penurunan estimasi pendapatan dan kepercayaan konsumen. (Kontan)

Strategi Brexit Belanda. Pemerintah Belanda pekan lalu (9/2) mengungkap bahwa pihaknya sedang dalam pembicaraan bersama 250 perusahaan terkait perpindahan operasional dari Inggris ke Belanda. Hal ini merupakan tindak lanjut sebelum Inggris keluar dari Uni Eropa, yang dijadwalkan pada 29 Maret 2019 mendatang. (Kontan)

Permintaan Turki ke China. Turki resmi meminta China menutup kamp-kamp tahanan di Xinjiang menyusul kabar kematian seorang musisi terkenal dari etnis minoritas Uighur. Musisi bernama Abdurehim Heyit itu diduga menjalankan hukuman selama delapan tahun di kamp Xinjiang, tempat sekitar 1 juta kaum Uighur dikabarkan ditahan. (Kontan)

Tag : hak kekayaan intelektual, Brexit, kabar global
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top