Aksi Demonstran Rompi Kuning di Prancis Berlanjut

Aksi Rompi Kuning di berbagai kota di Prancis berlanjut pada Sabtu (9/2/2019).
Juli Etha Ramaida Manalu | 10 Februari 2019 00:56 WIB
Maxime Nicolle alias Fly Rider, salah satu pemrakarsa gerakan Rompi Kuning, menghadiri demonstrasi di dekat perbatasan Prancis-Italia di Menton, Prancis pada Sabtu (9/2/2019). - Reuters/Eric Gaillard

Bisnis.com, JAKARTA – Satu dari ribuan demonstran Rompi Kuning mengalami luka serius pada tangannya akibat ledakan kecil saat melakukan aksi pada Sabtu (9/2/2018).

Selain ledakan, aksi pembakaran juga terjadi kendati tidak ditemukan hubungan langsung antara kejadian ini dengan aksi kritik atas Presiden Emmanuel Macron.

Aksi ini telah berlangsung setidaknya selama 13 pekan. Aksi ini dimulai pada pertengahan November sebagai bentuk penolakan atas pajak bahan bakar yang kemudian meluas.

Di Paris, ribuan orang turin ke jalan tiap Sabtu di dekat sejumlah gedung yang melambangkan kekuasaan seperti Senat dan Majelis Nasional.

Meskipun pada umumnya aksi ini berlangsung dengan damai, beberapa pengunjuk rasa juga melakukan pelemparan terhadap petugas keamanan. Adapula pembakaran motir dan van polisi serta penghancuran sejumlah jendela.

Satu tangan peserta terluka parah ketika ia mencoba mengambil apa yang disebut "granat sting-ball" yang digunakan oleh polisi untuk membubarkan kerumunan orang dengan gas air mata.

Sementara itu, darah tampak mengucur di wajah pria lainnya di hadapan polisi anti huru hara.

Menteri Dalam Negeri menyebut jumlah demonstran di sejumlah lokasi di Prancis mencapai sekitar 12.000 orang di mana 4.000 di antaranya ada di Paris. Namun, polisi menyebut jumlahnya lebih banyak di mana ada 21.000 orang yang melakukan aksi di luar Paris.

Sumber : Reuters

Tag : prancis, demonstrasi
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top