Perseteruan Trump-Jeff Bezos Berpotensi Masuk Babak Baru

Perseteruan antara Jeff Bezos dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berpotensi memasuki babak baru setelah pendiri Amazon.com tersebut mengumumkan upaya pemerasan terhadap dirinya.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 08 Februari 2019  |  15:35 WIB
Perseteruan Trump-Jeff Bezos Berpotensi Masuk Babak Baru
Bos Amazon, Jeff Bezos - Reuters/Mike Segar

Kabar24.com, JAKARTA – Perseteruan antara Jeff Bezos dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berpotensi memasuki babak baru setelah pendiri Amazon.com tersebut mengumumkan upaya pemerasan terhadap dirinya.

Pada Kamis (7/2/2019), Bezos membuat langkah mengejutkan dengan menuliskan dalam blognya bahwa American Media Inc. (AMI), penerbit tabloid National Enquirer, telah berupaya memerasnya.  

Bezos mengungkapkan AMI mengancam akan mempublikasikan foto-foto dirinya dengan seorang wanita yang bukan istrinya. Seperti diketahui, Bezos dan istrinya, MacKenzie, bulan lalu mengumumkan rencana perceraian mereka setelah 25 tahun menikah.

Beberapa jam setelah pengumuman itu, Enquirer menerbitkan tulisan tentang hubungan Bezos dengan mantan pembawa acara TV Lauren Sanchez. Kisah yang terkandung dalam tabloid itu mencakup pesan-pesan pribadi bernada seksual dengan Sanchez.

Bezos kemudian menyewa penyelidik untuk mencari tahu bagaimana pesan-pesan itu diperoleh dan apakah tulisan dalam tabloid itu berlatar belakang politik.

Dalam unggahan di blognya, Bezos merujuk pada laporan bahwa AMI, yang dipimpin oleh David Pecker, terkait dengan Trump. Pecker disebut-sebut telah menjalin kesepakatan imunitas dengan Departemen Kehakiman AS sehubungan dengan peran mereka dalam penyelidikan yang berkaitan dengan kampanye kepresidenan Trump.

Trump sendiri diketahui sering mengkritik Bezos dan korannya, Washington Post, untuk berbagai isu mulai dari pajak dan biaya pengiriman hingga penyampaian berita palsu. Melalui akun Twitter-nya bulan lalu, Trump menamai bos teknologi itu dengan  sebutan "Jeff Bozo”.

“Tidak dapat dihindari bahwa orang-orang dengan kekuasaan tertentu yang diberitakan dalam Washington Post akan salah menyimpulkan bahwa saya adalah musuh mereka,” kata Bezos dalam unggahannya.

“Presiden Trump adalah salah satu dari orang-orang itu, jelas terlihat dengan banyak cuitannya,” tambah Bezos, seperti dilansir Bloomberg.

Trump telah mengancam Amazon dengan penuntutan antimonopoli, tetapi tidak ada yang terwujud. Trump juga mendorong Kantor Pos AS (US Postal Service) untuk membebankan lebih banyak biaya pada Amazon atas pengiriman paket.

Menariknya, menjadi musuh Trump tampaknya tidak merugikan kekayaan Bezos. Sejak Trump terpilih sebagai Presiden AS pada 2016, justru tidak ada yang menghasilkan lebih banyak uang daripada Bezos.

Melalui bisnis e-commerce, iklan web, dan komputasi awan, Bezos menjadi langganan orang terkaya di dunia. Kekayaan Bezos saat ini bernilai US$133,9 miliar, menurut Bloomberg Billionaires Index, jauh melampaui kekayaan Bill Gates yang menduduki posisi kedua.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jeff bezos, Donald Trump

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top