James Riady Bantah Bahas Proyek Meikarta di Kediaman Neneng Hasanah

Petinggi Lippo Group, James Riady mengaku tidak membicarakan terkait proyek Meikarta di kediaman Neneng Hasanah Yasin. Hal itu diungkapkan James dalam sidang lanjutan kasus suap perizinan Meikarta, di Pengadilan Negeri Bandung, Rabu (6/2).
Dea Andriawan | 06 Februari 2019 20:44 WIB
Petinggi Lippo Group, James Riady saat bersaksi dalam sidang lanjutan kasus suap perizinan Meikarta, di Pengadilan Negeri Bandung, Rabu (6/2 - 2019).

Bisnis.com, BANDUNG - Petinggi Lippo Group, James Riady mengaku tidak membicarakan terkait proyek Meikarta di kediaman Neneng Hasanah Yasin. Hal itu diungkapkan James dalam sidang lanjutan kasus suap perizinan Meikarta, di Pengadilan Negeri Bandung, Rabu (6/2/2019).

James mengaku pertemuan dirinya dengan Bupati Bekasi non-aktif, Neneng Hasanah Yasin, bersama terdakwa Billy Sindoro, dan mantan Presiden Direktur Lippo Cikarang Toto Bartholomeus banyak membicarakan terkait pendidikan, lantaran James mengaku dirinya memang memiliki perhatian di bidang pendidikan juga. 

James Hadir dalam sidang lanjutan untuk terdakwa, Billy Sindoro, Fitradjadja, Henry Jasmen dan Taryudi. Dalam persidangan, James ditanyai terkait kronologi pertemuan dan kepentingannya bertemu dengan mantan orang nomor satu di Kabupaten Bekasi tersebut.

James Riady mengatakan awalnya dirinya datang ke Meikarta untuk melihat progres pembangunan mega proyek tersebut. James menilai keinginan dirinya untuk melihat progres pembangunan Meikarta lantaran Meikarta merupakan proyek dengan konsep yang bagus. Terlebih banyak juga temannya yang memesan properti di Meikarta.

Setelah itu, James mengaku bertemu dengan Toto Bartolomeus di Meikarta, dan sempat berbincang di Sales Office.  "Lalu dia minta izin untuk jalan, saya nanya, mau ke mana?, dia bilang mau ke pergi ke kediaman Neneng," jelas James.

Setelah itu, James mengaku pada saat itu dia menanyakan ada keperluan apa Toto bertemu dengan Bupati Bekasi tersebut. James menceritakan bahwa, saat itu Toto akan menengok bupati Neneng lantaran beliau baru saja melahirkan.

"Saya bilang apa bupatinya wanita? Pertama kali saya tahu bupatinya adalah seorang ibu," lanjut James.

Selanjutnya, James mempersilakan Toto untuk pergi, namun Toto pada saat itu meminta James untuk bersamanya menemui Neneng di kediamannya. 

"Lalu dia bilang enggak jauh kok, ayo ikut sama-sama, saya terus mengelak, tapi dia bilang say hello aja, karena seorang ibu baru melahirkan, saya akhirnya menerima ajakan beliau untuk pergi ke kediaman bupati," ungkap James.

Kemudian, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menanyakan kepada James apakah pertemuan tersebut sudah direncanakan.  "Tidak, kebetulan pada saat itu," kata James.

James pun mengelak keperluannya bertemu dengan Neneng bersama Billy Sindoro dan Toto Bartolomeus adalah untuk membicarakan Meikarta. 

"Saya bertanya (kepada Toto) apakah ada urusan lain?, Dia bilang tidak ada, tentu kalau umpama dia bilang ada masalah bekum tentu saya cocok untuk pergi, tapi dia bilang enggak kok enggak ada, hanya mengucapkan selamat," tutur dia.

Jaksa pun melanjutkan pertanyaannya, mengapa Billy pun tiba-tiba hadir dalam pertemuan kalau memang pertemuan tersebut tidak direncakan. "Saya tidak tahu persis apa yang terjadi, tapi waktu kesana itu ada pak Billy," jawab James.

"Apakah Billy Sndoro sudah ada disana atau memang bagaimana?," tanya jaksa. James pun mengatakan, ketiganya pergi bersama-sama ke kediaman Neneng.

"Ada cerita proyek Meikarta yang sedang berjalan?," tanya jaksa. "Tidak, ya proyek Meikarta pada saat itu banyak yang membicarakan, jadi apakah kita ada bicara Meikarta tapi tidak membicarakan bertemu bupati," jawab James. James pun mengatakan pertemuan tersebut berlangsung kurang lebih 30 menit.

"Apakah saudara pernah menunjukan denah terkait Meikarta kepada Neneng Hasanah Yasin?," tanya jaksa. "Saya tidak ingat itu terjadi," jawab James.

"Apakah saudara pernah melihat toto membawa denah, atau Billy membawa denah terkait pembangunan Meikarta kepada Neneng Hasanah Yasin?," tanya jaksa lagi. "Saya tidak ingat itu dan dalam ingatan saya tidak ada," timpal James.

Lalu James ditanyakan apa saja yang dibicarakan dalam pertemuan tersebut?. "Ingatan saya cukup mendalam, pada saat itu, dia didampingi anak laki-laki dan anak lakinya sangat hyperaktif dan sedikit mengganggu pembicaraan," jawab James.

Jadi sesudah itu saya melihat banyak pembicaraan kami itu adalah terkait pendidikan, di mana saya di dunia pendidkan. "Saya banyak membicarakan pendidikan dan bagaimana mendidik anak di rumah maupun sekolah," kata James.

Sebelumnya, di dalam dakwaan Jaksa, James Riady disebut menunjukan denah Meikarta saat pertemuan dengan Neneng bersama Billy Sindoro dan Toto Bartolomeus. (k34)

Tag : james riady, meikarta
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top