Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Demokrat & Fahri Hamzah Kritik Rencana Kaji Ulang Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir

Rencana Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto untuk mengkaji ulang pembebasan tanpa syarat narapidana teroris Abu Bakar Ba'asyir dikritik politisi Partai Demokrat dan anggota DPR Fahri Hamzah, karena dinilai menimbulkan ketidakpastian hukum di Indonesia.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 22 Januari 2019  |  10:54 WIB
Ferdinand Hutahaean - Istimewa
Ferdinand Hutahaean - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Rencana Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto untuk mengkaji ulang pembebasan tanpa syarat narapidana teroris Abu Bakar Ba'asyir dikritik politisi Partai Demokrat dan anggota DPR Fahri Hamzah, karena dinilai menimbulkan ketidakpastian hukum di Indonesia.

Padahal, kuasa hukum capres Jokowi-Ma'ruf , Yusril Ihza Mahendra, sebelumnya menyatakan pendiri pondok pesantren Al Mu'min Ngruki Jawa Tengah tersebut akan bebas pekan ini tanpa syarat apapun.

Perbedaan pandangan antara Yusril dengan  Wiranto tersebut menimbulkan polemik di masyarakat saat ini. Kritik keras datang dari Ppolitisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean melalui akun Twitternya yang mengaku kecewa atas rencana Menkopolhukam Wiranto untuk mengkaji ulang pembebasan narapidana Abu Bakar Ba'asyir.

"Beginilah cara2 rejim @jokowi mengurus negara. Betul2 asik sendiri tanpa memikirkan aspek lain. Sdh bilang bebas, sdh bilang cinta ulama, sdh bilang dipenjara era SBY. Tp batal jg..!! Kasihan ustad ABB dipermainkan seperti ini," tulisnya melalui akun resmi Twitternya.

Selain itu, cibiran juga datang dari Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah kepada Pemerintah yang berencana mengkaji ulang pembebasan Abu Bakar Baasyir itu.

"Memble," kata Fahri melalui Akun Twitter resminya.

Secara terpisah, kuasa hukum Abu Bakar Baasyir, Mahendradatta mengaku akan memberikan waktu selama sepekan ini kepada Pemerintah agar segera membebaskan Abu Bakar Ba'asyir dari Lapas Gunung Sindur, Bogor. Menurutnya, jika kliennya tidak segera dibebaskan, maka dia mengancam akan mengambil langkah-langkah tertentu kepada Pemerintah.

"Kalau tidak jadi dibebaskan minggu ini, saya akan menyatakan sikap lagi. Kita tunggu saja dulu, kami percaya janji Yusril minggu ini harus selesai," ujarnya kepada Bisnis.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi terorisme Abu Bakar Ba'asyir
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top