Presiden Trump Kembali Keluhkan Kebijakan Suku Bunga AS

Presiden AS Donald Trump kembali menyampaikan kekecewaannya atas kenaikan suku bunga AS dan pengaruhnya terhadap ekonomi Negeri Paman Sam.
Annisa Margrit
Annisa Margrit - Bisnis.com 08 Januari 2019  |  21:58 WIB
Presiden Trump Kembali Keluhkan Kebijakan Suku Bunga AS
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. - REUTERS

Bisnis.com, JAKARTA -- Presiden AS Donald Trump kembali menyampaikan kekecewaannya atas kenaikan suku bunga AS dan pengaruhnya terhadap ekonomi Negeri Paman Sam.
 
Melalui akun Twitter-nya, seperti dilansir Reuters, Selasa (8/1/2019), Trump mengungkapkan jika Fed Fund Rate (FFR) bisa kembali berada di level 0% maka dia bisa mendorong pertumbuhan ekonomi. 
 
"Angka-angka ekonomi terlihat sangat baik. Bisa Anda bayangkan jika saya memiliki suku bunga 0% dalam jangka waktu yang lama seperti pemerintahan sebelumnya dan bukannya suku bunga yang terus naik seperti sekarang. Itu akan menjadi sangat mudah! Tetap saja, pasar tumbuh besar sejak Pilpres 2016!" paparnya. 
 
Pada Desember 2018, The Fed kembali mengerek suku bunganya dengan besaran 25 basis poin (bps). Dengan demikian, sekarang kisaran suku bunga bank sentral AS berada di level 2,25%-2,5%.

Kenaikan tersebut sekaligus menjadi yang keempat sepanjang 2018. Namun, Gubernur Federal Reserve Jerome Powell telah mengindikasikan laju kenaikan suku bunga akan lebih landai pada tahun ini karena ekonomi AS diperkirakan bakal mendingin.
 
Langkah bank sentral AS menaikkan suku bunga selama empat kali sepanjang tahun lalu membuat Trump meradang. Dia menyalahkan The Fed atas volatilitas pasar yang terjadi selama beberapa waktu terakhir dan bahkan dikabarkan telah berkonsultasi dengan para penasihatnya mengenai kemungkinan memecat Powell.
 
Pada Jumat (4/1), Powell menegaskan dirinya tak akan mengundurkan diri meskipun jika Trump memintanya. Hal ini menegaskan independensi The Fed dari Presiden AS. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
the fed rate, Donald Trump

Sumber : Reuters

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top