Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bentrok Pasukan Keamanan dan Sipil di Kashmir, 7 Demonstran Tewas

Setidaknya tujuh penduduk sipil tewas dan puluhan lainnya terluka usai pasukan keamanan India menembaki demonstran yang ricuh di Pulwama, Kashmir, India, Sabtu (15/12/2018).
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 15 Desember 2018  |  22:14 WIB
Masyarakat berkumpul mengelilingi jasad Zahoor Ahmad, terduga militan yang tewas dalam baku tembak dengan pasukan keamanan India, Sabtu (15/12/2018) - Reuters/Danish Ismail
Masyarakat berkumpul mengelilingi jasad Zahoor Ahmad, terduga militan yang tewas dalam baku tembak dengan pasukan keamanan India, Sabtu (15/12/2018) - Reuters/Danish Ismail

Bisnis.com, JAKARTA - Setidaknya tujuh penduduk sipil tewas dan puluhan lainnya terluka usai pasukan keamanan India menembaki demonstran yang ricuh di Pulwama, Kashmir, India, Sabtu (15/12/2018).

Kericuhan dipicu aksi protes penduduk sipil yang tidak terima dengan kematian tiga orang militan Kashmir dalam operasi pihak keamanan pada hari yang sama, ungkap pihak keamanan setempat dilansir Reuters.

Juru bicara Departemen Pertahanan India, Kolonel Rajesh Kalia mengungkapkan operasi yang dimaksud dilancarkan pada Sabtu pagi menyusul laporan intelijen tentang keberadaan kelompok militan di salah satu desa di distrik Pulwama.

"Selama operasi, para militan menembaki pasukan keamanan. Adu tembak pun tak terelakkan.Tiga militan tewas dalam peristiwa itu," kata Kalia.

Seorang pejabat kepolisian senior yang enggan disebut namanya mengatakan bahwa ratusan penduduk setempat kemudian tumpah ruah ke lokasi baku tembak. Kehadiran penduduk lokal yang protes berujung pada bentrokan dengan pasukan keamanan. 7 orang dinyatakan tewas, sementara sekitar 50 orang terluka.

Seorang saksi mata, Mohammad Ayoub, mengatakan kepada Reuters bahwa pasukan keamanan mengarahkan tembakan ke pemrotes saat mereka mencoba mengambil jasad militan yang tewas.

Kashmir dan Jammu adalah provinsi dengan mayoritas muslim di India. India dan Pakistan sama-sama memerintah kawasan tersebut secara terpisah namun mengklaim seluruhnya sebagai milik mereka.

Kondisi provinsi yang dekat dengan pegunungan Himalaya itu tengah memanas beberapa bulan terakhir. Pasalnya, partai nasionalis Hindu pimpinan Perdana Menteri India Narendra Modi menarik pemerintahan lokal yang mengakibatkan kekosongan kekuasaan.

Media lokal menyebutkan protes meluas di Srinagar dan sekitar Kashmir setelah masyarakat sipil tewas dalam bentrokan. Pasukan keamanan kemudian dikerahkan ke daerah potensi bentrok dan otoritas setempat meningkatkan keamanan.

Kelompok separatis Konferensi Hurriyat menyerukan serangan selama tiga hari dan protes di seluruh Kashmir.

Pihak berwenang telah menghentikan layanan kereta di Lembah Kashmir dan menutup layanan internet untuk mencegah kerusuhan menyebar.

Pasukan keamanan India mengatakan mereka telah membunuh 242 militan tahun ini. Selain itu, 101 warga sipil dan 82 pejabat keamanan juga tewas. Jumlah korban tewas total dalam kerusuhan tahun ini adalah yang tertinggi dalam lebih dari satu dekade.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bentrokan Kashmir

Sumber : Reuters

Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top