Polri Identifikasi KKB Pembunuh 31 Pekerja Jembatan Trans Papua

Kepolisian mengaku telah mengidentifikasi kelompok kriminal bersenjata yang melakukan pembunuhan terhadap 31 orang pekerja proyek pembangunan jembatan yang dilaksanakan PT Istaka Karya, Minggu (2/12/2018).
Sholahuddin Al Ayyubi | 04 Desember 2018 13:55 WIB
M Iqbal - Antara

Bisnis.com, JAKARTA-Kepolisian mengaku telah mengidentifikasi kelompok kriminal bersenjata yang melakukan pembunuhan terhadap 31 orang pekerja proyek pembangunan jembatan yang dilaksanakan PT Istaka Karya, Minggu (2/12/2018).

Kepala Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Muhammad Iqbal mengungkapkan bahwa Kepolisian setempat dan Personel TNI telah melakukan penyelidikan dan mapping sejumlah KKB yang diduga kuat melakukan tindak pidana pembunuhan tersebut. Iqbal mengaku Kepolisian dan TNI telah menyiapkan strategi khusus baik taktis maupun teknis untuk menangkap KKB itu.

"Jadi sudah terindentifikasi beberapa kelompok dari hasil penyelidikan dan mapping kami. Hanya tinggal mengerucut saja apakah benar kelompok ini atau bukan," Selasa (4/12/2018).

Iqbal juga memastikan Kepolisian dan TNI akan memburu KKB yang telah membunuh 31 orang di Nduga, Papua. Menurutnya, Polri dan TNI akan melakukan tindakan tegas terhadap para pelaku pembunuhan itu.

"Kami akan kejar ke mana pun KKB ini lari. Tindakan tegas akan kami ambil terhadap para pelaku," kata Iqbal.

Berdasarkan penelusuran Bisnis, KKB yang belum lama ini membuat onar dan menggangu jalannya Pilkada Serentak di Papua adalah kelompok Melodi Enumbi dan Terinus Enumbi.

Dua bersaudara itu sebelumnya juga sempat bergabung dalam Kelompok Goliath Tabuni, yakni Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, yang kini kembali ke Indonesia.

Kelompok Melodi Enumbi dan Terinus Enumbi juga pernah menyerang Pesawat Trigana Twin Otter yang digunakan petugas untuk membawa logistik Pilkada Serentak di Papua.

Selain pesawat, kelompok itu juga menembaki Kapal Speedboat yang tengah membawa logistik Pilkada Serentak di Distrik Torere, Puncak Jaya Papua.

Tag : papua, penembakan, trans papua
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top