Unilever Akuisisi Unit Usaha Makanan & Minuman Glaxo di India senilai US$3,3 Miliar

Unilever sepakat untuk mengakuisisi bisnis makanan dan minuman sehat (Health Food Drinks/HFD) milik GlaxoSmithKline Plc. di India senilai 3,3 miliar euro (US$3,8 miliar).
Dwi Nicken Tari | 03 Desember 2018 20:13 WIB
Logo GlaxoSmithKline terlihat di salah satu bangunannya di London barat, 6 Februari 2008. Reuters - Toby Melville

Bisnis.com, JAKARTA—Unilever sepakat untuk mengakuisisi bisnis makanan dan minuman sehat (Health Food Drinks/HFD) milik GlaxoSmithKline Plc. di India senilai 3,3 miliar euro (US$3,8 miliar).

Hal itu diumumkan oleh Unilever pada Senin (3/12/2018) dengan menyampaikan bahwa aksi korporasi itu bertujuan untuk memperkuat posisi perusahaan di salah satu ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di dunia.

Aksi korporasi tersebut pun menjadi yang terbesar nilainya sejak Paul Polman meninggalkan jabatan CEO di Unilever dan menyerahkan kepemimpinannya ke Alan Jope pada Januari.

Selain itu, akuisisi tersebut juga menjadi kesepakatan terbesar sejak rencana Unilever ingin menyatukan kantor pusatnya di Belanda gagal karena tekanan investor pada Oktober.

Adapun transaksi Unilever—GSK akan digunakan untuk memperkuat posisi Unilever di pasar negara berkembang (emerging market), yang telah berkontribusi sekitar 2 per 3 ke dalam pendapatan perusahaan.

Direktur Hindustan Unilever Ltd. Sanjiy Mehta menambahkan bahwa Unilever akan memanfaatkan kesepakatan tersebut untuk membawa lebih banyak minuman kepada konsumen.

“Jika kami dapat membawa portofolio ini—dan kami akan membawanya—ke pasar yang lebih dusun, kami akan mendapatkan peningkatan yang signifikan dalam hal pertumbuhan,” ujarnya, seperti dikutip Bloomberg, Senin (3/12/2018).

Produsen sabun Dove tersebut dikabarkan bakal menggunakan dana tunai dan saham dari kantor cabangnya di India, Hindustan Unilever Limited., untuk mengambil kendali perusahaan terdaftar milik Glaxo (brand Horlicks dan Boost, yaitu produk minuman ber-malt).

“Melihat portofolio makanan dari Unilever di India, memang semakin tertinggal selama beberapa tahun terakhir, khususnya dibandingkan dengan portofolio Unilever secara global,” kata Anand Shah, Analis di Axis Capital Ltd. di Mumbai.

Adapun berdasarkan Euromonitor International, segmen minuman panas yang mengantung malt di India diperkirakan nilainya mencapai 78,7 miliar rupee (US$1,1 miliar).

Dilansir dari laman resmi Unilever, transaksi tersebut juga termasuk di antaranya akuisisi saham sebesar 82% dengan nilai 566 juta pound sterling (US$724 juta) di GSK Bangladesh Limited, yaitu perusahaan milik Glaxo di Bangladesh.

Saham Glaxo pun menguat 1,4% pada perdagangan awal di London sementara saham Unilever naik 0,6% di Amsterdam.

Sementara bagi Glaxo, kesepakatan itu akan digunakan untuk mendanai upaya perusahaan untuk membeli (buyout) saham Novartis AG dalam usaha patungan kesehatan konsumennya.

Seorang sumber yang mengerti jalannya diskusi menambahkan, selain Unilever, sejatinya pada November, Nestle SA juga telah menunjukkan ketertarikannya untuk mengakuisisi unit milik Glaxo tersebut.

Tag : unilever, akuisisi, Aksi Korporasi
Editor : Rahayuningsih

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top