China: Investasi ke Eropa bukan Bagian Strategi Politik

China menyampaikan bahwa investasi korporasi yang dialirkan ke Eropa bukanlah bagian dari strategi politik.
Dwi Nicken Tari | 23 November 2018 11:15 WIB
Ilustrasi: Presiden Dewan Eropa Donald Tusk (kiri), PM China Li Keqiang (tengah), dan Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker usai penandatangan kesepakatan antara China dan Uni Eropa di Beijing, China, Senin (16/7/2018). - Reuters/Thomas Peter

Bisnis.com, JAKARTA—China menyampaikan bahwa investasi korporasi yang dialirkan ke Eropa bukanlah bagian dari strategi politik.

Hal itu menjadi respons pertama China setelah Uni Eropa merampungkan pembentukan aturan penyaringan investasi asing.

“Investasi berdasarkan aktivitas berorientasi bisnis, dan tujuan investasi bergantung dalam beberapa faktor, seperti keuntungan yang didapatkan perusahaan dan kondisi pasar. Tidak ada maksud pertimbangan strategis atau intensi politik,” tulis Misi China untuk Uni Eropa melalui surat elektronik kepada Bloomberg, dikutip Jumat (23/11/2018).

Perunding dari Pemerintah UE dan Parlemen Eropa, Rabu (21/11/2018), menyetujui berkas aturan penyaringan investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) yang dapat mengancam keamanan nasional.

Langkah tersebut diambil karena muncul kekhawatiran secara global, khususnya di Amerika Serikat, mengenai ekspansi besar-besaran yang dilakukan korporasi China di dunia.

Perundingan antara Pemerintah UE dan Parlemen Eropa untuk membentuk aturan tersebut telah berlangsung selama 14 bulan terakhir.

Selama ini aturan tersebut dinilai kontroversial di Benua Biru. Pasalnya, negara-negara kecil di Eropa merasa terancam nantinya tidak dapat memutuskan sendiri untuk menerima investasi asing di negaranya.

Namun demikian, UE menegaskan bahwa aturan baru tersebut bukan untuk merusak keyakinan bisnis asing di Eropa dan tidak menargetkan negara spesifik di luar kawasan UE.

“China berharap UE tetap dapat menggunakan aturan dasar dari Organisasi Dagang Internasional (WTO), khususnya aturan nondiskriminasi, dan menentang proteksionisme dagang,” tulis Misi China untuk Uni Eropa.

Sebelumnya, Komisi Eropa memaparkan bahwa tujuan dari kerangka kerja penyaringan investasi tersebut adalah untuk membatasi ancaman investasi asing terhadap sektor yang penting bagi kawasan Benua Biru, yaitu infrastruktur—seperti sektor energi, transportasi, komunikasi, data, dan industri keuangan—dan teknologi—seperti semikonduktor, robotik, dan artificial intelligence (AI).

Selain itu, para perunding dari Pemerintahan Eropa dan Parlemen Eropa juga menyetujui pembatasan investasi untuk beberapa area lainnya, seperti sektor perairan, kesehatan, pertahanan, media, bioteknologi, dan keamanan makanan (food security).

“Kami harus menjaga keamanan sektor ‘kunci’ seperti teknologi dan infrastruktur [di kawasan UE]. Ini bukanlah mengenai penutupan pasar kami, tapi merupakan langkah tanggung jawab,” ujar Menteri Ekonomi Austria Margarete Schramboeck yang mewakili Pemerintahan UE dalam perundingan tersebut.

Tag : uni eropa, china
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top