Demi Diplomasi Nuklir, AS Berencana Kurangi Latihan Militer dengan Korea Selatan

Menteri Pertahanan Amerika Serikat Jim Mattis, Rabu (21/11/2018), mengatakan latihan militer dengan Korea Selatan bertajuk Foal Eagle akan dikurangi cakupannya tahun depan sehingga tidak mengganggu diplomasi nuklir dengan Korea Utara.
Iim Fathimah Timorria | 22 November 2018 11:39 WIB
Ilustrasi: Latihan militer Korea Utara - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Pertahanan Amerika Serikat Jim Mattis, Rabu (21/11/2018), mengatakan latihan militer dengan Korea Selatan bertajuk Foal Eagle akan dikurangi cakupannya tahun depan sehingga tidak mengganggu diplomasi nuklir dengan Korea Utara.

"Foal Eagle akan sedikit ditinjau sampai level ia tidak akan membahayakan diplomasi," ungkap Mattis kepada reporter seperti dilansir Reuters.

Foal Eagle adalah latihan militer gabungan Amerika Serikat dan Korea Selatan yang melibatkan ribuan pasukan bersenjata darat, udara, dan laut. Latihan tersebut dilaksanakan setiap musim semi.

Mattis tidak memberi penjelasan pengurangan atau peninjauan seperti apa yang akan dilaksanakan, namun cakupan latihan militer akan dikurangi sebagai upaya kedua sekutu untuk mendorong perundingan lebih lanjut mengenai denuklirisasi dengan Korea Utara yang macet.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Korea Selatan pada Kamis (22/11/2018) mengungkapkan bahwa kedua sekutu masih dalam tahap pembicaraan soal latihan militer gabungan tersebut. Mereka berencana mengumumkan keputusan resmi pada awal bulan depan.

"Kedua pihak sedang mendiskusikan cara yang diperlukan untuk mendorong usaha diplomasi supaya mencapai kemajuan," kata Juru Bicara Kementerian Pertahanan Choi Hyun-soo di Soeul.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un sepakat untuk bekerja sama dalam proses denuklirisasi saat bertemu di Singapura, Juni lalu.

Sejak kesepakatan itu, Korea Selatan dan Amerika Serikat telah membatalkan sejumlah latihan militer bersama untuk mendorong proses negosiasi.

Kendati demikian, negosiasi kedua pihak belum mencapai kemajuan berarti. Pyongyang menunjukkan ketidaksetujuan terhadap Washington yang memilih melanjutkan sanksi internasional. Pemerintah AS akan mencabut sanksi hanya jika Korea Utara menghentikan secara total pengembangan senjata nuklir.

Sumber : Reuters

Tag : amerika serikat, korsel, korut
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top