Menteri-menteri UE Berharap Tak Ada Negosiasi Ulang Draf Brexit

Negara-negara Uni Eropa menyatakan draf kesepakatan Brexit, yang sudah disepakati dengan Inggris, tidak bisa dinegosiasikan ulang.
Annisa Margrit | 19 November 2018 17:13 WIB
Pengunjuk rasa anti Brexit melambaikan bendera Uni Eropa di luar Gedung Parlemen Inggris di London, Inggris, Selasa (13/11). - Reuters/Toby Melville

Bisnis.com, JAKARTA – Negara-negara Uni Eropa menyatakan draf kesepakatan Brexit, yang sudah disepakati dengan Inggris, tidak bisa dinegosiasikan ulang.

Menteri Urusan Eropa dari Jerman Michael Roth dan Menteri Ekonomi Jerman Peter Altmaier menegaskan draf tersebut sudah final.

“Tidak ada kesepakatan yang lebih baik dari yang sudah dicapai,” papar Roth seperti dilansir Reuters, Senin (19/11/2018).

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Luksemburg Jean Asselborn menyatakan kesepakatan apapun lebih baik dibandingkan tidak ada kesepakatan sama sekali.

“Saya rasa menjadi kepentingan baik Inggris dan Uni Eropa (UE) untuk mewujudkan kesepakatan ini,” tuturnya, dalam kesempatan terpisah.

Hal senada disampaikan Menteri Luar Negeri dan Urusan Eropa Belgia Didier Reynders serta Menteri Urusan Eropa Republik Ceko Ales Chmelar.

“Saya harap kita tidak perlu kembali membuka negosiasi,” ucap Chmelar.

Meski telah mendapat persetujuan dari UE, tapi draf tersebut dikritisi oleh warga Inggris karena dinilai tidak menguntungkan bagi mereka. Perdana Menteri (PM) Inggris Theresa May pun terus mendapat tekanan, termasuk dari internal partainya.

Sejak proses negosiasi dengan UE berlangsung, May sudah ditinggalkan oleh banyak menterinya. Terakhir, Menteri Brexit Dominic Raab mundur dari jabatannya karena alasan yang sama. Padahal, dia juga menggantikan menteri sebelumnya yang mengundurkan diri pada pertengahan 2018, yakni Boris Johnson.

UE dijadwalkan menggelar pembahasan atas draf Brexit, yang sudah disepakati pada Minggu (25/11).

Inggris akan resmi keluar dari UE pada 29 Maret 2019 atau sekitar 3 tahun setelah rakyat negara Eropa Barat itu memilih meninggalkan UE lewat referendum yang digelar pada 2016.

Sumber : Reuters

Tag : Brexit
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top