Sebarkan Foto Seksi Grace Natalie dari Kaskus, Pelaku Dilaporkan PSI ke Polisi

Partai Solidaritas Indonesia melaporkan akun media sosial Facebook atas nama Srikandi Rahayu Ningsih dan lima akun lain yang menyebarkan foto seksi ketua umumnya, Grace Natalie pada Rabu (14/11/2018).
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 14 November 2018  |  17:35 WIB
Sebarkan Foto Seksi Grace Natalie dari Kaskus, Pelaku Dilaporkan PSI ke Polisi
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia Grace Natalie - ANTARA News/Try Reza Essra

Bisnis.com, JAKARTA — Partai Solidaritas Indonesia melaporkan akun media sosial Facebook atas nama Srikandi Rahayu Ningsih dan lima akun lain yang menyebarkan foto seksi ketua umumnya, Grace Natalie pada Rabu (14/11/2018).

Perwakilan sekaligus calon legislatif DPR RI dari PSI Muannas Alaidid berharap Polda Metro Jaya dapat mengusut tuntas penyebar foto ketua umum PSI yang akrab disapa Sis Grace tersebut.

"Kami yakin bahwa bukti sudah cukup dan Polri bisa menangkap semua pelakunya. Termasuk Srikandi Rahayu Ningsih yang diduga sebagai pelaku yang pertama kali menyebar hoaks ini," ujar Muannas.

Muannas menganggap akun tersebut menyerang kehormatan PSI dengan menyebarkan hoaks berupa gambar dan melakukan ujaran kebencian dengan menyebut Sis Grace sebagai pelacur pada Selasa (13/11/2018).

PSI secara resmi melaporkan total enam akun ujaran kebencian ini dengan surat LP/6220/XI/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus. Dengan akun terlapor dari Facebook yaitu Srikandi Rahayu Ningsih, Rudy Hadi Saputra, Ira Adriana, Naadirah Nasution, Topan Pratama Siregar dan pemilik akun Instagram @achysaputra.

Berdasarkan penelusuran Bisnis, foto seksi Grace Natalie yang disebarkan akun terlapor diunggah oleh seorang Kaskuser (pengguna media sosial Kaskus) pada Agustus 2016.

Foto tersebut digunakan untuk mengomentari sebuah thread Kaskus bertajuk Bagi Grace Natalie, Ahok Tak Gagal 'Nyalon' Independen, Mengapa?.

Jejak digital dari thread dan komentar dengan editan foto seksi Grace Natalie ini pun masih bisa dilihat sampai sekarang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pencemaran nama baik, Medsos

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top