Mendagri Serukan Jajaran Pemerintahan Peringati dan Maknai Jiwa Kepahlawanan

Bertepatan dengan hari pahlawan yang jatuh pada hari ini, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyerukan agar seluruh masyarakat khususnya jajaran pemerintahan selalu mengenang dang menghormati jasa-jasa para pendahulu bangsa.
Reni Lestari | 10 November 2018 15:07 WIB
Mendagri Tjahjo Kumolo memberikan pengarahan dalam Forum Komunikasi dan Konsultasi Nasional antara Pemerintah dan Ormas di Jakarta, Selasa (6/11/2018). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA - Bertepatan dengan Hari pahlawan yang jatuh pada hari ini, Sabtu (10/11/2018), Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyerukan agar seluruh masyarakat khususnya jajaran pemerintahan selalu mengenang dang menghormati jasa-jasa para pendahulu bangsa.

"Bung Karno pernah menegaskan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya. Kalimat singkat dari Bung Karno ini memiliki makna yang sangat mendalam bagi kita semua. Tanpa pengorbanan dan perjuangan para pahlawan dan perintis kemerdekaan, tidak akan ada gagasan besar untuk mendirikan sebuah negara yang bernama Republik Indonesia," ujar Tjahjo saat berbicara dalam seminar di FISIP Universitas Udayana Bali, dalam keterangan tertulis, Sabtu (10/11/2018).

Kepada jajaran pemerintahan mulai pusat, pemerintah daerah, kecamatan, kelurahan sampai desa memperingatinya, dia mengimbau untuk memasang spanduk, dan atribut lainnya untuk mengenang dan menghormati jasa para pahlawan.

“Walaupun hari ini hari libur yang bertepatan dengan dengan tanggal 10 November semua jajaran pemerintahan memperingati dan mengenang jasa para pahlawan. Apa yang kita lakukan saat ini tidak ada artinya dibandingan dengan pengorbanan para pejuang pendahulu kita," katanya.

Dia menerangkan, kemerdekaan dapat terus dinikmati hingga kini karena para pahlawan pendahulu mengajarkan keteladanan akan rela berkorban. Bung Karno, lanjutnya, mengingatkan berkal-kali dalam berbagai pidatonya, bahwa kehidupan bernegara hanya bisa terwujud dan menjadi lebih baik dan maju jika semua kalangan mau berkorban, memberi dan mengabdikan hidup untuk merawatnya.

"Nasionalisme itu ialah suatu itikad; suatu keinsyafan rakyat bahwa rakyat itu ada satu golongan, satu bangsa. Terima Kasih Para Pahlawan kami tidak mampu membalas jasa dan pengorbananmu," kata Tjahjo.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mendagri, Hari Pahlawan

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top