Ini Catatan Kinerja Kemenristekdikti Selama 4 Tahun

Kemenristekdikti berhasil merealisasikan berbagai target dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan tinggi, kemampuan iptek dan inovasi.
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh | 23 Oktober 2018 19:35 WIB
Bidikmisi: Program afirmasi pendidikan tinggi - kemdiknas.go.id

sae



Dari: nurfaizah Bisnis <nurfaizah.bisnis@gmail.com>
Dikirim: 23 Oktober 2018 18:07
Kepada: jibi
Subjek: (Online) Capaian Empat Tahun Kebijakan Peningkatan Kesejahteraan dan Kebijakan Afirmatif Kemenristekdikti 
(Online) Capaian Empat Tahun Kebijakan Peningkatan Kesejahteraan dan Kebijakan Afirmatif Kemenristekdikti

Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh/153

Bisnis.com,JAKARTA – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir, Selasa (23/10/2018) menyampaikan capaian kinerja Selama 4 tahun Kemristekdikti selama 4 tahun.

Hal itu disampaikan pada acara Jumpa Pers Forum Merdeka Barat, di Gedung Serbaguna Sekretariat Negara Jakarta.

Nasir memaparkan capaian selama empat tahun Kemenristekdikti. Disebutkan bahwa Kemenristekdikti berhasil merealisasikan berbagai target dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan tinggi, kemampuan iptek dan inovasi.

Semua itu ditujukan untuk mendukung daya saing bangsa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Nasir menyampaikan bahwa Kemenristekdikti memiliki program bantuan biaya pendidikan Bidikmisi.

Program afirmasi pendidikan tinggi itu bertujuan untuk memutus rantai kemiskinan masyarakat di Indonesia. 

"Melalui program afirmasi ini, putra-putri bangsa yang memiliki potensi akademik dan berasal dari kalangan tidak mampu akan mendapatkan pembiayaan penuh untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta," tutur Nasir.

Selain biaya pendidikan, penerima Bidikmisi juga akan menerima uang saku bulanan untuk kebutuhan sehari-sehari. Hal ini bertujuan untuk meringankan beban orang tua penerima bidikmisi yang berasal dari kalangan tidak mampu.

Nasir juga mengatakan bahwa kuota penerima Bidikmisi meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk meningkatkan mutu Sumber Daya Manusia.

Hal itu juga menunjukkan keberpihakan Pemerintah terhadap kalangan tidak mampu untuk mengenyam pendidikan di perguruan tinggi.

“Jumlah penerima Bidikmisi selalu meningkat setiap tahunnya. Mulai dari 199.408 mahasiswa pada tahun 2014, menjadi 339.348 mahasiswa pada tahun 2017. Target kami pada tahun 2018, penerima Bidikmisi sebanyak 368.961 mahasiswa,” ungkapnya.

Nasir melanjutkan bahwa penerima Bidikmisi menunjukkan prestasi akademik yang menggembirakan di perguruan tinggi.

“82,83% penerima Bidikmisi memperoleh IPK diatas 3. Alumni Bidikmisi juga menunjukkan prestasi menggembirakan, baik bekerja di perusahaan swasta, BUMN, Guru maupun yang berwirausaha," katanya.

Selain Program Bidikmisi, Kemenristekdikti juga memiliki kebijakan afirmatif lainnya yaitu Program Beasiswa Afirmasi Pendidikan Papua dan Daerah 3T. 

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesempatan bagi putra putri Papua dan Daerah 3T mengenyam pendidikan di perguruan tinggi.

Pada tahun 2014 penerima manfaat program ini sebanyak 1.673 mahasiswa. Tahun 2018 ditargetkan 5.743 mahasiswa mendapatkan manfaat dari program ini.

“Setiap tahunnya, Kemenristekdikti memberikan perhatian khusus kepada putra putri dari daerah Papua dan Daerah 3T untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Di samping mendapatkan beasiswa, mereka mendapatkan kuota khusus di perguruan tinggi negeri dengan seleksi tersendiri. Hasilnya juga menggembirakan, 31% peserta program ini meraih IPK di atas 3,” ujar Nasir.

Selain itu, untuk mengobati luka pascabencana di Lombok dan Palu, Kemenristekdikti aktif memberikan bantuan pendidikan bagi korban bencana baik bersifat materil maupun bersifat kebijakan.

"Kepada mahasiswa korban bencana di Lombok, Kemenristekdikti menyalurkan 4.000 beasiswa PPA dan 2.000 Bidikmisi. Sedangkan untuk korban bencana alam di Palu, Kemenristekdikti menyalurkan 2.000 beasiswa PPA dan 3.000 Bidikmisi," paparnya.

Selain itu, Kemenristekdikti juga didukung oleh 38 Perguruan Tinggi Negeri mengeluarkan kebijakan sit in dan transfer kredit bagi mahasiswa korban bencana gempa dan Tsunami di Palu.

Dengan kebijakan ini mahasiswa korban bencana di Palu dapat melanjutkan kuliah dengan skema sit-in di 38 PTN.

Tag : menristekdikti, kemenristekdikti
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top