Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jokowi-Ma'ruf Hindari Kampanye Terbuka, Lebih Banyak Gelar Hiburan

Konsep kampanye calon presiden petahana Joko Widodo atau Jokowi dipastikan akan berbeda dibandingkan tahun 2014.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 23 Oktober 2018  |  06:58 WIB
Jokowi-Ma'ruf  Hindari Kampanye Terbuka, Lebih Banyak Gelar Hiburan
Pasangan calon Presiden Joko Widodo (kiri) dan calon Wakil Presiden Maruf Amin, di sela-sela pengambilan undian nomor urut untuk Pilpres 2019, di kantor Komisi Pemilihan Umum, Jakarta, Jumat (21/9/2018). - Reuters/Willy Kurniawan
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Konsep kampanye calon presiden petahana Joko Widodo atau Jokowi dipastikan akan berbeda dibandingkan tahun 2014.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN KIK) Jokowi-Ma'ruf, Arsul Sani mengatakan bahwa calon presiden dan calon wakil presiden yang mereka usung akan menghindari kampanye terbuka.

“Kampanye di tempat terbuka mengumpulkan massa itu sudah tidak jamannya. Mungkin akan dilakukan lebih dekat hari [pemungutan suara] tapi lebih ke hiburan,” katanya kepada Bisnis.com di Jakarta, Senin (22/10/2018).

Arsul menjelaskan bahwa tidak sulit bagi Jokowi melakukan kampanye. Hal ini karena ketika dia sedang melakukan tugas negara, sebenarnya capres nomor urut 01 ini juga sedang berkampanye. 

Bedanya, Jokowi tidak mengajak tempat yang dia kunjungi agar memilihnya atau memberikan kode-kode menyampaikan visi misi. Sementara itu, tim kampanye juga bisa mempromosikan capres dan cawapres yang mereka dukunh dengan memberikan komentar di media massa.

“Itulah kampanye. Cuma kan anggapan kita kampanye itu harus dilakukan di lapangan terbuka,” ucap Arsul.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi Pilpres 2019
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top