Densus 88 Buru Teroris JAD Sumut yang Kabur

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror mengaku masih memburu sejumlah kelompok teroris Jamaah Anshorut Daullah (JAD) yang melarikan diri setelah menembak mati 2 teroris di Sumatera Utara beberapa hari lalu.
Sholahuddin Al Ayyubi | 22 Oktober 2018 19:47 WIB
Tim Densus 88 Anti Teror - ANTARA/Mohammad Ayudha
Bisnis.com, JAKARTA--Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror mengaku masih memburu sejumlah kelompok teroris Jamaah Anshorut Daullah (JAD) yang melarikan diri setelah menembak mati 2 teroris di Sumatera Utara beberapa hari lalu.
 
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Mabes Polri, Birgjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan Kepolisian sampai saat ini masih melakukan upaya pengejaran terhadap teroris JAD jaringan Sumatera Utara yang tersisa.
 
"Ada beberapa orang yang kita duga masih berada di jaringan JAD, kita terus melakukan pengejaran. Polri akan mengantisipasi setiap aksi yang dilakukan oleh kelompok itu," tuturnya, Senin (22/10).
 
Dia menjelaskan kendala Densus 88 Antiteror saat ini adalah mendeteksi kelompok teroris simpatisan yang menganut paham radikal. Selain itu, ada juga teroris sel tertidur yang sifatnya pasif menunggu setiap info baru dari jaringannya.
 
"Yang perlu kita antisipasi bersama adalah kelompok simpatisan agar tidak lagi menganut lagi radikalisme. Ada juga teroris pasif yaitu sleeping cell yang lebih dominan menunggu info baru dari jaringannya," kata Dedi.
 
Sebelumnya, Tim Densus 88 Antiteror menembak mati 2 terduga teroris dari kelompok JAD jaringan Sumatra Utara karena melakukan perlawanan pada saat akan ditangkap.
 
Dedi mengatakan kedua terduga teroris itu bernama Hendry Syahli Manurung dan M. dival Alwis alias Rivai alias Vai. Keduanya ditembak mati pada Kamis 18 Oktober 2018 sekitar pukul 15.05 WIB.
 
"Saat dilakukan surveilance sambil menunggu tim tindak datang, tiba-tiba tersangka Hendri langsung menghampiri anggota dan menyerang menggunakan pisau, tapi setelah diberi tembakan peringatan dia masih menyerang, akhirnya dilumpuhkan," tuturnya.
 
Dedi juga menjelaskan tidak lama setelah tersangka tindak pidana terorisme atas nama Hendri itu telah dilumpuhkan, kemudian datang tersangka lainnya dengan nama Rivai yang berencana membawa lari Hendri ketika sudah dilumpuhkan petugas.
 
"Kedua tersangka sempat lari melewati pemukiman warga dan terdapat 4 buah bom pipa yang jatuh dari para tersangka yang ditemukan oleh warga," katanya.
 
Menurut Dedi, setelah petugas mendapatkan info dari warga sekitar bahwa kedua tersangka terorisme itu bersembunyi pada sebuah WC Umum, kemudian dia menjelaskan petugas langsung mendobrak pintu yang mencurigakan karena tidak bisa dibuka dari luar.
 
"Setelah pintu berhasil dibuka, mendadak tersangka kembali melakukan penyerangan dengan menembak ke arah petugas yang akhirnya terjadi kontak tembak dengan para tersangka," ujarnya.
 
Dedi menjelaskan akibat kontak tembak tersebut, akhirnya para tersangka meninggal dunia di WC Umum tersebut. Menurut Dedi, Kepolisian juga sempat melakukan penggeledahan di kontrakan para tersangka yang berada di Jalan Sipori-Pori Kelurahan Beting Kuala Kapias, Kecamatan Teluk Nibung, Kabupaten Tanjung Balai Sumatera Utara.
 
"Dari hasil pemeriksaan kami di sana, ditemukan 5 buah bom pipa besi, 1 buah pisau, 1 buah senjata api pistol merek browning caliber 9 mm dan 2 butir peluru 9 mm di dalam magazine pistol browning," tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
teroris, densus 88

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top