Jokowi Ingin Bangun Kepercayaan Internasional Lewat Konferensi Kemaritiman di Bali

Menjelang penyelenggaraan konferensi di bidang kemaritiman itu, Presiden Joko Widodo menggelar rapat terbatas di Istana Kepresidenan Bogor, Senin (22/10/2018) bersama sejumlah menteri Kabinet Kerja.
Yodie Hardiyan | 22 Oktober 2018 12:19 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla (tengah) dan Seskab Pramono Anung bersiap memimpin rapat terbatas mengenai rencana kunjungan kerja ke Vietnam dan Korea Selatan, di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (7/9/2018). - ANTARA/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia akan menggelar Our Ocean Conference (OOC) di Bali pada 29-30 Oktober 2018. Menjelang penyelenggaraan konferensi di bidang kemaritiman itu, Presiden Joko Widodo menggelar rapat terbatas di Istana Kepresidenan Bogor, Senin (22/10/2018) bersama sejumlah menteri Kabinet Kerja.

Melalui konferensi ini, Jokowi mengatakan pemerintah ingin membangun sebuah kepercayaan dan membangun sebuah trust dari dunia internasional yang terus harus dijaga.

"Dan ini sekaligus membuktikan bahwa Indonesia negara besar. Dan saya ingin agar OOC ini betul-betul dimanfaatkan yang sebesar-besarnya untuk kepentingan nasional kita," tegas Jokowi.

Dalam rapat tersebut, Jokowi mengaku ingin melihat persiapan dalam rangka pelaksanaan OOC 2018 di Bali. Presiden meminta para menteri Kabinet Kerja memberi laporan secara detail karena kegiatan ini merupakan kepercayaan yang diberikan dunia internasional terhadap Indonesia dalam menyelenggaraan acara yang berkelas dunia.

Sebagai informasi, Indonesia akan menyelenggarakan OOC yang kelima di Bali pada 29 dan 30 Oktober 2018. Konferensi itu berfokus pada upaya menghasilkan komitmen dan mengambil tindakan untuk menjaga keberlanjutan kemaritiman kita.

Sejak 2014, Konferensi Kemaritiman telah sukses menghasilkan komitmen sekitar US$18 miliar dan 12,4 juta kilometer persegi kawasan perlindungan laut. OOC 2018 akan menunjukkan kemajuan signifikan pada komitmen di masa lalu dan mengilhami komitmen baru yang dibuat untuk kelanjutan dari tindakan yang lebih terpadu dan terpadu untuk melindungi lautan.

OOC 2018 akan mengumpulkan peserta dari berbagai negara di seluruh dunia untuk memastikan beragam perspektif dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, sektor komersial, lembaga pembiayaan, komunitas ilmiah, organisasi masyarakat sipil, dan pemimpin muda.

Para kepala negara, menteri, dan juara dari berbagai latar belakang juga akan diundang untuk mempengaruhi komitmen kongkret dan dapat ditindaklanjuti untuk melestarikan kesehatan lautan.

Konferensi Kelautan kami 2018 akan terdiri dari rapat pleno, pameran dan Samudra Kita. Para peserta juga didorong untuk menyelenggarakan acara-acara sampingan untuk memamerkan kepemimpinan dan menumbuhkan lebih banyak komitmen untuk melestarikan samudra kita.

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan 17.000 pulau, Indonesia merupakan jalur kehidupan yang dimiliki Samudra Kita bagi umat manusia. Melalui kerja sama, Indonesia berkomitmen untuk memastikan konferensi yang sukses terfokus pada pendekatan ekologi dan ekonomi yang berkelanjutan untuk melindungi dan memulihkan Samudera Kita - demi kebaikan sumber daya laut yang berharga, pariwisata, nelayan, masyarakat pesisir, dan semuanya.

Tag : jokowi
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top