Begini "Aspri Kapolri" Menggunakan Uang Rp1 Miliar Hasil Penipuannya

Bermodal foto bersama Kapolri Tito Karnavian, RH yang berprofesi sebagai sopir mobil pribadi, berhasil meyakinkan korbannya bahwa ia adalah asisten pribadi (sebelumnya diberitakan sebagai sekpri) orang nomor satu di Kepolisian RI itu.
JIBI | 10 Oktober 2018 11:09 WIB
RH pelaku penipuan yang mengaku sebagai aspri Kapolri - Bisnis/Sholahuddin Al Ayyubi

Bisnis.com, JAKARTA - RH, pelaku penipuan yang akhirnya dicokok Resmob Polda Metro Jaya, berhasil membawa lari uang Rp1 miliar dari korbannya.

Bermodal foto bersama Kapolri Tito Karnavian, RH yang berprofesi sebagai sopir mobil pribadi, berhasil meyakinkan korbannya bahwa ia adalah asisten pribadi orang nomor satu di Kepolisian RI itu. Sebelumnya diberitakan bahwa RH mengaku sebagai "sekpri" Kapolri

Klain RH mampu memperdaya seorang perempuan pengusaha teknologi informasi hingga bersedia memberikan uang sebesar Rp 1 miliar.

Penangkapan tersangka dilakukan anggota polisi dari Sub Direktorat 3 Reserse Mobil Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya pada Agustus lalu.

“Modal tersangka dalam menipu ini adalah fotonya dengan Kapolri,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Selasa (9/10/2018).

Menurut Argo, foto yang dipakai adalah ketika Tito Karnavian menerima kunjungan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di rumahnya dalam rangka fit and proper test menjadi kapolri.

RH ikut berfoto bersama Tito Karnavian dan pengusaha percaya karena mendapati foto yang sama di mesin pencarian di internet.

“Ketika dicari di mesin pencari Google, ada foto tersangka bersama Kapolri, maka itu korban percaya,” tutur Argo.

Penipuan berawal dari keinginan korban, ER, untuk dipertemukan dengan petinggi Polri dan Badan Intelejen Negara (BIN).

ER berniat mendaftar lelang proyek teknologi informasi di Kepolisian. Dia lalu bertemu dengan RH pada 23 Mei 2017.

RH menjanjikan korban bisa bertemu Kapolri dengan syarat menyetor uang sebesar Rp 1 miliar terlebih dahulu.

Setelah melalui beberapa kali pertemuan, korban kemudian memberikan mahar Rp1 miliar yang diminta RH. Pemberian itu terbagi dalam tiga lembar cek yang diserahkan secara terpisah. Namun, setelah mencairkan uang itu, RH justru menghilang.

Belakangan, kepada polisi, RH mengaku telah membagikan uang tersebut ke tiga orang rekannya yang saat ini masih buron, yaitu H, A, dan V.

“H mendapat Rp 150 juta karena telah memperkenalkannya dengan korban, sedangkan A dan V bersama-sama mendapat Rp 300 juta,” kata Argo menuturkan.

Bagian uang sebanyak Rp 550 juta yang diambil RH dihabiskannya untuk kepentingan pribadi. Di antaranya, Rp 250 juta untuk membeli tanah  sebanyak dua kaveling seluas 300 meter persegi di daerah Palembang, Sumatra Selatan.

Selebihnya Rp150 juta membayar utang, membeli sofa, lemari, dan televisi 40 inci dengan total Rp 30 juta, dan Rp 118 juta untuk kehidupan keluarganya sehari-hari.

Akhirnya asisten pribadi gadungan itu pun berhasil ditangkap. 

Sumber : TEMPO.CO

Tag : kapolri, penipuan
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top