Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Hanya 3 PTN Tembus 500 Besar, Jokowi Pertanyakan Manajemen Internal Perguruan Tinggi

Presiden Joko Widodo mempertanyakan manajemen internal perguruan tinggi menyusul laporan Kementerian Riset, Teknologi, dan Ilmu Pengetahuan (Kemenristekdikti) yang menunjukkan hanya 3 universitas negeri yang masuk daftar 500 besar dunia pada 2018.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 10 Oktober 2018  |  18:01 WIB
Hanya 3 PTN Tembus 500 Besar, Jokowi Pertanyakan Manajemen Internal Perguruan Tinggi
Peserta mengerjakan soal ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2017 di Universitas Negeri Jakarta, Selasa (16/5). - Antara/Hafidz Mubarak A
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo mempertanyakan manajemen internal perguruan tinggi menyusul laporan Kementerian Riset, Teknologi, dan Ilmu Pengetahuan (Kemenristekdikti) yang menunjukkan hanya 3 universitas negeri yang masuk daftar 500 besar dunia pada 2018.

"Tadi di laporan Menristekdikti, hanya 3 universitas yang masuk ke 500 besar, harus kita respons. Apa proses manajemen di dalamnya atau proses yang lain, Bapak Ibu yang lebih tahu daripada saya," paparnya dalam Audiensi dengan Pejabat Eselon I, II, dan Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri, dan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Kemenristekdikti di Istana Negara, Jakarta, Rabu (10/10/2018).

Sebagai informasi, ketiga perguruan tinggi yang dimaksud adalah Universitas Indonesia (UI) yang berada di peringkat 292, Institut Teknologi Bandung (ITB) di posisi 359, dan Universitas Gadjah Mada (UGM) di ranking ke-391. Berdasarkan Laporan Kemenristekdikti, hanya 2 universitas yang bisa menembus 500 besar pada 2014 yakni UI dan ITB.

Padahal, menurut Jokowi, dunia sudah mengenal teknologi otomasi, Artificial Intelligence (AI), cryptocurrency, bitcoin, hingga mesin cetak 3D. Jika hal-hal tersebut gagal direspons oleh perguruan tinggi di Indonesia, maka dia menilai Indonesia akan tertinggal jauh.

"Yang saya tunggu dan saya harapkan hanya satu, perguruan tinggi, supaya kita paham dan sadar betul untuk merespons perubahan ini. Saya selalu katakan agenda penelitian fakultas dan program studi juga perlu tanggap terhadap tantangan dan peluang ini," tegasnya.

Kepala Negara menambahkan dirinya memahami bahwa perkembangan perguruan tinggi harus diikuti dengan ekosistem yang mendukung, misalnya regulasi dan birokrasi nasional. Pada akhirnya, eksosistem tersebut nantinya akan mendukung kolaborasi dengan perguruan tinggi untuk menyerap sumber daya manusia yang dihasilkan. 

Sementara itu, Menristekdikti M. Nasir mengungkapkan pihaknya telah berkomitmen untuk mendampingi 11 perguruan tinggi di Indonesia mengikuti jejak 3 perguruan tinggi yang sudah lebih dulu masuk ke daftar 500 besar dunia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi perguruan tinggi
Editor : Annisa Margrit
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top