Peserta IMF-WB Diminta Ikut Berkontribusi untuk Gempa Sulawesi Tengah

Pemerintah mengajak peserta Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia atau IMF-WB ikut berkontribusi untuk korban gempa bumi dan tsunami Palu, Sulawesi Tengah dan sekitarnya.
Jaffry Prabu Prakoso | 06 Oktober 2018 00:32 WIB
Menko Kemaritiman Luhut Pandjaitan dan Secretary of Fund and Director IMF, Jianlin Hai mengunjungi Posko Pengungsian Gempa dan Tsunami di Kelurahan Duyu, Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (5/10/2018). - Bisnis/Jaffry Prabu Prakoso (dari Humas Kemenko Maritim)

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah mengajak peserta Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia atau IMF-WB ikut berkontribusi untuk korban gempa bumi dan tsunami Palu, Sulawesi Tengah dan sekitarnya.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan bertolak dari Bali menuju Palu mengajak rombongan Secretary of the Fund and the International Monetary and Financial Committee IMF Jianhai Lin.

“Jangan orang bilang kita di Bali sibuk menyelenggarakan konferensi kelas tinggi lalu kita lupa menangani bencana di Palu. Nggak, sama sekali jauh dari itu. Kita sangat prihatin dan kita ingin juga kontribusi. Daripada kita tunggu-tunggu ya kita mulai sumbang saja,” katanya melalui keterangan pers, Jumat (5/10/2018).

Total bantuan yang diserahkan dalam tahap satu ini adalah 20 ton beras, 5.000 bungkus biskuit, 100.000 bungkus mie instan.

Bantuan selanjutnya sedang dalam proses pengiriman dengan menggunakan kapal Baruna Jaya milik BPPT pada 3 Oktober lalu.

Luhut menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan dari IMF tidak dilihat dari nilainya, tapi rasa simpati yang diberikan.

Menko Luhut mengupayakan untuk meminta partisipasi Kementerian ESDM yang menyediakan alat bor sumur untuk disumbangkan dan dukungan Detasemen Zeni Bangunan TNI (Denzibang) untuk instalasinya.

Hal ini karena pengungsi mengharapkan bantuan berupa fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK).

“Kita sedang usahakan tiga sumur bor di tiga titik yang mereka minta,” ujar Luhut.

Sementara itu upaya pemulihan Palu diperkirakan perlu solusi jangka panjang.

Luhut sedang merancang rencana pembangunan pusat logistik di daerah aman, yang digerakkan oleh semacam pasukan gerak cepat untuk menjangkau daerah terkena bencana alam.

“Pikiran kami untuk mengusulkan logistic base di daerah-daerah yang tidak ada gempa sehingga ada seperti quick reaction force untuk membantu anak-anak atau saudara-saudara kita yang terkena gempa,” jelasnya.

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top