Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Alat Deteksi Gempa Tidak Berfungsi, Jokowi Minta Segera Diperbaiki

Presiden Joko Widodo meminta instansi terkait melakukan perbaikan, pengamanan, dan pengawasan alat pendeteksi tsunami di seluruh Indonesia.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 02 Oktober 2018  |  11:35 WIB
Alat Deteksi Gempa Tidak Berfungsi, Jokowi Minta Segera Diperbaiki
Ilustrasi: Warga berusaha meninggalkan kota Palu untuk mengungsi melalui Bandara Mutiara Sis Al Jufri, Palu, Sulawesi Tengah, Senin (1/10/2018). - JIBI/Paulus Tandi Bone
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA--Presiden Joko Widodo meminta instansi terkait melakukan perbaikan, pengamanan, dan pengawasan alat pendeteksi tsunami di seluruh Indonesia.

Hal itu disampaikan merespons kondisi di lapangan yang menunjukkan banyak alat pendeteksi tsunami sudah tidak berfungsi karena rusak, dicuri orang, hingga karena tidak adanya anggaran perawatan.

"Inilah perlunya yang namanya pengamanan alat-alat yang sangat berguna untuk mendeteksi baik gempa baik tsunami sehingga kita juga memerlukan kesadaran bersama masyarakat," ujar Jokowi di Istana Merdeka, Selasa (2/10/2018).

Dia juga meminta masyarakat untuk tidak merusak atau mengambil alat pendeteksi gempa. Tak hanya itu, Jokowi memerintahkan agar alat pendeteksi tsunami yang disebut dengan buoy tsunami dijaga. Keberadaan alat tersebut sangat penting dalam mendeteksi kejadian.

Sebelumnya, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho sempat menyebut alat pendeteksi tsunami sudah tidak berfungsi sejak 2012.

Hingga Senin (1/10) pada pukul 13.00 WIB, BNPB mencatat korban gempa dan tsunami di Kota Palu, Kabupaten Donggala, dan sekitarnya telah merengut 844 jiwa.

Rinciannya, sebanyak 821 korban jiwa terdata di Kota Palu, 11 korban jiwa di Kabupaten Donggala, dan 12 korban jiwa di Kabupaten Parigi Moutong. Sampai saat ini, sebanyak 744 korban meninggal sudah berhasil diidentifikasi.

Sutopo menjelaskan para korban tersebut meninggal karena tertimpa reruntuhan bangunan. Sementara itu, jumlah korban hilang sampai saat ini mencapai 90 orang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tsunami Donggala Gempa Palu
Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top