GEMPA PALU-DONGGALA: 6 WN Prancis Belum Diketahui, 1 WN Korsel Terjebak di Reruntuhan Hotel

Pemerintah akan mengevakuasi warga negara asing atau WNA yang terdampak gempa bumi dan tsunami di Kabupaten Donggala, Kota Palu, dan sekitarnya.
Samdysara Saragih | 01 Oktober 2018 19:08 WIB
Warga negara asing korban gempa dan tsunami Palu-Donggala tiba di Lanud Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (1/10). Diperkirakan sejak evakuasi hari pertama melalui jalur udara sebanyak 2.000 warga korban gempa dan tsunami Palu-Donggala tiba di Makassar. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah akan mengevakuasi warga negara asing atau WNA yang terdampak gempa bumi dan tsunami di Kabupaten Donggala, Kota Palu, dan sekitarnya.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan sebanyak 114 WNA berada di Palu dan Donggala ketika bencana alam terjadi pada Jumat (28/9/2018). Mayoritas WNA berasal dari Thailand yakni sebanyak 32 orang.

“Lima belas warga negara Thailand sudah di bandara, sebanyak 17 orang lagi menunggu evakuasi di IAIN Palu,” katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (1/10/2018).

Setelah Thailand, kontributor warga asing terbanyak berikutnya berasal dari China (21 orang), Jerman (20 orang), Vietnam (10 orang), Belanda (sembilan orang), Sri Lanka (tujuh orang), dan Malaysia (tiga orang). WNA asal negara-negara tersebut berada dalam keadaan aman di beberapa lokasi.

Situasi sebaliknya dialami oleh enam turis Prancis yang saat ini belum diketahui kondisinya. Selain mereka, WNA yang belum terkonfirmasi keadaannya adalah seorang asal Belgia dan seorang asal Korea Selatan.

“Satu WNA asal Korsel itu diduga posisinya di Hotel Roa-roa Palu yang runtuh karena gempa,” ujar Sutopo.

Selebihnya, masing-masing satu orang WNA asal Singapura, Belgia, Spanyol, dan Swiss berada dalam keadaan aman. Proses evakuasi WNA tersebut akan dikoordinasikan oleh Kementerian Luar Negeri.

 

Tag : bnpb, Gempa Palu
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top