Menhub : Bantuan ke Palu Diutamakan Pakai Kapal

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan penyaluran bantuan untuk korban gempa bumi di Palu, Sulawesi Tengah diutamakan menggunakan kapal karena dapat membawa bantuan dalam jumlah besar
Yodie Hardiyan | 01 Oktober 2018 14:27 WIB
Personel Basarnas Kendari menata paket bantuan yang akan dikirim untuk korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (1/10/2018). - ANTARA/Jojon

Bisnis.com, JAKARTA--- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan penyaluran bantuan untuk korban gempa bumi di Palu, Sulawesi Tengah diutamakan menggunakan kapal karena dapat membawa bantuan dalam jumlah besar

Budi mengatakan Pelabuhan Pantoloan di Palu sudah dibuka pada Senin (1/10/2018).

Menurutnya, sudah ada kapal Roro dari Balikpapan, Kalimantan Timur serta dua kapal dari Bitung ke Pelabuhan Pantoloan.

"Karena di Pantoloan itu masif, bisa 200 ton bahkan 1.000 ton pun bisa," kata Budi ditemui di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Budi mengatakan dirinya sudah menugaskan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dan Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pantoloan untuk bekerjasama dengan TNI dan Polri untuk melakukan pengamanan di sana.

"Dengan adanya kepastian keamanan itu, barang-barang itu gampang datang," katanya.

Dibandingkan dengan pengangkutan bantuan melalui laut, menurut Budi, penyaluran bantuan melalui udara cenderung terbatas dalam hal jumlah. Budi mengatakan slot penerbangan juga terbatas.

Seperti diketahui, gempa bumi berkekuatan 7,6 skala ritcher melanda Kota Palu dan Kabupaten Donggala di Sulawesi Tengah pada Jumat (28/9/2018).

Gempa itu mengakibatkan tewasnya ratusan orang dan melumpuhkan perekonomian daerah tersebut. Para penduduk kawasan yang terkena bencana itu membutuhkan bantuan dari berbagai pihak pada saat ini.

Tag : budi karya sumadi, Gempa Palu
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top