Isu Palestina Jadi Bahasan Utama Menlu Retno di Acara PBB

Persoalan Palestina menjadi pembahasan wajib Kementerian Luar Negeri dalam pertemuan bilateral dengan sejumlah negara dan organisasi internasional di sela-sela rangkaian pertemuan Sidang Majelis Umum (SMU) Ke-73 PBB di New York, Amerika Serikat.
Oktaviano DB Hana | 25 September 2018 20:02 WIB
Umat Islam mengibarkan bendera Palestina saat mengikuti aksi 115 di kawasan Monas, Jakarta, Jumat (11/5). Aksi yang yang bertajuk Indonesia Bebaskan Al-Quds ini sebagai penolakan atas keputusan pemerintah Amerika Serikat yang memindahkan Kantor Kedutaaan Besar AS untuk Israel ke Yarusalem. - Antara
Bisnis.com, JAKARTA – Persoalan Palestina menjadi pembahasan wajib Kementerian Luar Negeri dalam pertemuan bilateral dengan sejumlah negara dan organisasi internasional di sela-sela rangkaian pertemuan Sidang Majelis Umum (SMU) Ke-73 PBB di New York, Amerika Serikat.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan pihaknya melakukan pertemuan bilateral dengan sejumlah menteri luar negeri, antara lain Arab Saudi, Sudah, dan Kepulauan Solomon.

Selain itu, dia mengadakan pertemuan bilateral dengan Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul-Gheit. Dia mengakui dalam setiap pertemuan itu selalu membawa agenda Palestina untuk dibahas.

“Saat ini, dunia harus memberikan perhatian lebih terhadap masa depan kepada two state solution untuk Palestina,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (25/9/2018).

Menlu Retno secara khusus membahas isu Palestina kala bertemu Menlu Arab Saudi Adel AL Jubeir dan Sekjen Liga Arab. “Bertukar pikiran mengenai upaya bersama bagi rakyat Palestina.”

Adapun, dalam pertemuan dengan menlu dari Sudan Kepulauan Solomon pihak Indonesia menjajaki sejumlah kerja sama di bidang ekonomi.

Dengan Menlu Sudan, Retno membahas peningkatan ekonomi, terutama di sektor pertanian. Delegasi bisnis Indonesia telah berkunjung ke Sudan pada  Agustus 2018 untuk menjajaki investasi dalam sektor tersebut.

Sementara itu, Retno dan Menlu Kep. Solomon sepakat untuk mempererat kerja sama kedua negara yang akan memperingati 35 tahun hubungan bilateralnya pada tahun ini.

“Indonesia siap menjadi mitra pembangunan Kep. Salomon melalui program peningkatan kapasitas, pelatihan dan beasiswa pendidikan kepada masyarakat Kep. Solomon, ”  ujar Retno.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
indonesia, palestina, kemenlu

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top