Ini Bukti Penerima Bansos Bisa Mandiri Secara Ekonomi

Perempuan berkulit sawo matang ini merupakan salah satu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) yang menyatakan keluar dari kepesertaan program pengentasan kemiskinan tersebut karena telah mandiri secara ekonomi
Dewi Andriani | 16 September 2018 13:35 WIB
Ni Balik Sekar, peserta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) yang keluar dari kepesertaan program pengentasan kemiskinan, karena telah mandiri secara ekonomi. - Dok. Kementerian Sosial

Bisnis.com, JAKARTA - Berkebaya putih dipadu songket warna ungu, Ni Balik Sekar (40), mengangkat piagam penghargaan dengan senyum cerah.

Perempuan berkulit sawo matang ini merupakan salah satu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) yang menyatakan keluar dari kepesertaan program pengentasan kemiskinan, karena telah mandiri secara ekonomi.

Penghargaan diserahkan Plh. Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Dadang Iskandar dan Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin (PFM) Andi ZA Dulung.

Mereka hadir mewakili Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita dalam acara penyaluran bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Beras Sejahtera (Rastra) di Balai Budaya Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Sabtu (15/9/2018).

Ni Balik Sekar mengaku lega telah graduasi mandiri dari kepesertaan PKH yang diikutinya sejak Februari 2018. Ibu dua anak yang tinggal di Desa Buruan, Kecamatan Blahbatuh ini mengisahkan bahwa dirinya telah menerima bansos sejak tahun 2016.

"Uang PKH dimanfaatkan untuk biaya sekolah anak saya yang kedua. Waktu itu dia masih SMA. Untuk modal usaha saya pinjam ke koperasi untuk beli dua mesin jahit. Berdua dengan anak saya, kami membuka pesanan kebaya," ujarnya dalam rilis yang diterima Bisnis, Minggu (16/9/2018).

Sekar juga mengambil baju-baju dari usaha konvensi rumahan rekan-rekannya, untuk dijual ke berbagai toko dan pasar di Gianyar dan sekitarnya.

"Sekarang saya lebih tenang, karena usaha sudah berjalan baik dan sudah lepas dari penerima PKH," katanya.

Dirjen PFM Andi mengatakan Sekar merupakan penerima manfaat PKH yang pertama telah graduasi mandiri di Kabupaten Gianyar

"Dia dengan kesadaran sendiri menyatakan keluar dari kepesertaan PKH karena telah mengalami peningkatan kesejahteraan dan status kondisi sosial ekonomi," ujar Andi.

Pemerintahan Presiden Joko Widodo, lanjutnya, terus berupaya menurunkan kemiskinan melalui berbagai langkah.

Pertama, pogram yang diarahkan untuk mengurangi beban pengeluaran melalui PKH, Beras Sejahtera (Rastra), Program Indonesia Pintar dan Program Indonesia Sehat.

Kedua, program yang diarahkan menambah penghasilan melalui Kelompok Usaha Bersama (KUBE), dana Desa, KUR dan Pemberdayaan Lintas Sektor dan lain sebagainya


Ketiga, program strategis yang diproyeksikan memobilisasi rakyat melalui pembangunan infrastruktur, tol laut, bandara dan lain sebagainya.

Jumlah penerima manfaat PKH di Kabupaten Gianyar sampai tahun 2018 sebanyak 10.989 KPM dan Bantuan Pangan Beras Sejahtera 19.309 keluarga. Bantuan sosial yang diserahkan dari Kementerian Sosial RI kepada Kabupaten Gianyar tahun 2018 sebesar Rp44.967.270.000.

Penyaluran bantuan sosial PKH di Kabupaten Gianyar Tahun 2018 dilaksanakan secara nontunai melalui Bank BNI.

 

Tag : bansos, program keluarga harapan (pkh)
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top