Topan Mangkhut Mendekat, Filipina Ungsikan 9.000 Orang

Pemerintah Filipina mengungsikan lebih dari 9.000 orang menjelang datangnya topan Mangkhut, yang diperkirakan tiba di ujung utara negara Asia Tenggara itu pada Sabtu (15/9/2018).
Annisa Margrit | 15 September 2018 00:10 WIB
Korban Topan Haiyan - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemerintah Filipina mengungsikan lebih dari 9.000 orang menjelang datangnya topan Mangkhut, yang diperkirakan tiba di ujung utara negara Asia Tenggara itu pada Sabtu (15/9/2018).
 
Pemerintah juga sudah memberikan peringatan kepada sekitar 5,2 juta orang yang tinggal di area yang kemungkinan dilewati oleh badai itu. Negara Asean tersebut sudah bersiap menghadapi hujan lebat dan kerusakan infrastruktur serta pertanian.
 
Reuters melansir Jumat (14/9), Mangkhut diproyeksi melewati Provinsi Cagayan dan Provinsi Isabela. Meski warga yang diungsikan sudah cukup banyak, tapi lembaga terkait menilai masih ada belasan ribu warga yang harus dipindahkan sementara.
 
"Kita harus mengikuti saran pemerintah. Jangan keluar rumah," ujar koordinator penanganan bencana Filipina Francis Tolentino.
 
Sementara itu, Gubernur Cagayan Manuel Mamba sudah meminta bantuan pemerintah pusat dan swasta untuk menangani dampak bencana.
 
"Terakhir kali kami mengalami topan super, ada lebih dari 14.000 rumah yang hancur seluruhnya dan sekitar 40.000 rumah yang hancur sebagian," sebutnya.
 
Manila dan banyak kota serta provinsi lainnya juga mendapat peringatan badai. Sekolah diliburkan dan pegawai kantor pemerintah dipulangkan lebih awal. 
 
Adapun militer, lembaga medis, dan tim penanganan bencana tetap siaga.
 
Bloomberg melaporkan negara-negara yang ada di kawasan Laut China Selatan juga sudah bersiap terdampak badai kategori 5 ini. 
 
Lebih dari 4.600 penumpang terlantar di berbagai pelabuhan di Filipina, sedangkan sejumlah perjalanan laut di Mindanao telah dilarang dilakukan oleh otoritas terkait.
 
Sekitar 30 jadwal penerbangan juga telah dibatalkan, termasuk dari maskapai Philippine Airlines dan Cebu Air. Adapun Cathay Pacific meminta para penumpang yang akan menuju atau terbang dari Hong Kong pada Minggu (16/9) dan Senin (17/9) untuk melakukan penjadwalan ulang secara gratis. 
 
Pada 2013, Filipina dilanda Topan Haiyan yang menewaskan 6.300 orang. Banyak di antaranya menjadi korban gelombang laut yang mencapai tinggi delapan meter.

Sumber : Reuters, Bloomberg

Tag : filipina, badai
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top