KABAR GLOBAL 29 AGUSTUS: Upaya 'Reformasi' WTO Diagungkan, Meksiko-AS Capai Kesepakatan

Sejumlah berita dari mancanegara menjadi sorotan utama media massa hari ini, Rabu (29/8/2018), di antaranya mengenaiupaya reformasi WTO serta kesepakatan Renegoisasi NAFTA AS-Meksiko.
Aprianto Cahyo Nugroho | 29 Agustus 2018 09:01 WIB
/Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah berita dari mancanegara menjadi sorotan utama media massa hari ini, Rabu (29/8/2018), di antaranya mengenaiupaya reformasi WTO serta kesepakatan Renegoisasi NAFTA AS-Meksiko.

Berikut ringkasan topik utama di sejumlah media nasional:

Upaya 'Reformasi' WTO Digaungkan. Di tengah-tengah eskalasi perang dagang, momentum untuk melindungi World Trade Organization (WTO) yang terancam tidak lagi relevan mengatasi masalah perdagangan global pun muncul. (Bisnis Indonesia)

Meksiko-AS Capai Kesepakatan. Amerika Serikat dan Meksiko berhasil mencapai kesepakatan di dalam renegosiasi Pakta Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA). Kesepakatan itu pun bakal memaksa Kanada agar mau menyepakati aturan baru perdagangan otomotif dan aturan lainnya jika tetap ingin bergabung di dalam pakta tiga negara tersebut. (Bisnis Indonesia)

Jepang Kunjungi China. Menteri Keuangan Jepang Taro Aso akan mengunjungi Beijing pada akhir pekan ini untuk bertemu dengan Menkeu China Liu Kun. Pertemuan itu pun memperlihatkan bahwa hubungan ekonomi terbesar kedua dan ketiga di dunia tersebut semakin akrab. (Bisnis Indonesia)

Meituan Mulai Mencari Investor Strategis. Meituan Dianping, perusahaan layanan pengiriman makanan dan tinjauan rumah makan dari China, mulai mencari investor strategis untuk persiapan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) di Bursa Hong Kong. (Bisnis Indonesia)

Aturan NAFTA Baru Bagi Otomotif. Amerika Serikat dan Meksiko, Senin (27/8) lalu, sepakat merombak Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA). Selain itu, satu lagi negara yang menjadi bagian dari NAFTA adalah Kanada. Namun Kanada belum memberikan pernyataan ikut dalam kesepakatan ini atau tidak. (Kontan)

Risiko Kebijakan ECB. Risiko yang timbul terkait kebijakan pelonggaran moneter dari European Central Bank (ECB) akan dimonitor ketat. Kepala Ekonomi ECB Peter Praet mengatakan, setelah bertahun-tahun ekspansi ekonomi, langkah memonitor risiko ini menjadi tanda bahwa ECB semakin sadar akan efek samping kebijakan pembelian obligasi besar-besaran dengan suku bunga sangat rendah. (Kontan)

Kesepakatan AS dan Eropa. Hampir tiga dari empat perusahaan yang melakukan bisnis di Jerman dan Amerika Serikat (AS) meragukan perjanjian perdagangan AS-Eropa yang dicapai bulan lalu. Survei American Chamber of Commerce di Jerman (AmCham), seperti dikutip Reuters mengungkapkan, keraguan ada kesepakatan jangka panjang atas pemotongan tarif berskala besar. (Kontan)

Tag : kabar global
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top