Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

AS Bersedia Angkat Kaki dari Suriah dengan Tiga Syarat Ini

Amerika Serikat dikabarkan siap menarik pasukan dari Suriah jika pemerintahan Presiden Bashar al Assad memenuhi tiga syarat
Newswire
Newswire - Bisnis.com 29 Agustus 2018  |  00:18 WIB
Tentara Rusia dan Suriah di Ghouta Timur, Damaskus. - Reuters
Tentara Rusia dan Suriah di Ghouta Timur, Damaskus. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Amerika Serikat dikabarkan siap menarik pasukan dari Suriah jika pemerintahan Presiden Bashar al Assad memenuhi tiga syarat, kata surat kabar Haaretz pada Selasa.

Ketiga hal permintaan Washington itu adalah pertama, Iran harus menjauhi kawasan selatan Suriah, yang dekat dengan perbatasan Israel.

Kedua, harus ada surat perjanjian tertulis bahwa perusahaan Amerika Serikat akan mendapatkan porsi pasar minyak di sana.
Ketiga, Washington harus dapat memperoleh informasi mengenai pergerakan teroris di Suriah.

Sebagai imbalan, Amerika Serikat akan meninggalkan pangkalan al-Tanf di dekat perbatasan tiga negara Yordania, Suriah, dan Irak. Mereka juga akan menarik pasukan di kawasan timur sungai Eufrat.

Hingga kini belum ada keterangan resmi dari Washington mengenai kabar itu, yang pertama kali dilaporkan koran al-Akhbar, yang dikenal mempunyai hubungan dekat dengan Hizbullah.

Al-Akhbar menulis bahwa perwakilan badan intelijen Amerika Serikat bertemu empat jam dengan pejabat tinggi militer Suriah di Damaskus pada pada bulan lalu.

Dari pihak Suriah, kubu pemerintah mengatakan bahwa pasukan Amerika Serikat adalah penjajah, yang harus segera angkat kaki.

Israel sejak lama meminta Amerika Serikat dan Rusia menekan Iran agar meninggalkan Suriah karena khawatir pasukan Teheran terus mendekat dan mempunyai pasukan tetap di dekat Dataran Tinggi Golan.

Amerika Serikat dan Rusia tengah mengumpulkan kekuatan laut besar di perairan Suriah sebagai tanggapan atas peningkatan pertempuran di provinsi Idlib antara pasukan pemerintah melawan gerilyawan.

Pada Senin, kantor berita Tasnim mengabarkan bahwa Iran dan Suriah telah menandatangani kerja sama militer, termasuk di antaranya bantuan Teheran untuk membangun kembali angkatan bersenjata Damaskus.

Iran saat ini mempunyai ribuan tentara dan anggota milisi di Suriah. Negara itu juga diuntungkan karena banyak mendapatkan kontrak pembangunan kembali prasarana setelah perang usai.

Di sisi lain, Rusia—sebagai pendukung terkuat pemerintahan Bashar—masih berhasil menahan pasukan Iran sejauh 85 kilometer dari perbatasan Israel. Namun, Israel menuntut Teheran menarik semua pasukan mereka dari Suriah.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

suriah

Sumber : Antara,Reuters

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top