Mantan Wali Kota Depok Tersangka Korupsi, Fahri Hamzah: Saya Prihatin

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fahri Hamzah prihatin atas penetapan mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan lahan untuk pelebaran Jalan Nangka di Kelurahan Sukamaju Baru, Depok.
Jaffry Prabu Prakoso | 29 Agustus 2018 16:30 WIB
Fahri Hamzah - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fahri Hamzah prihatin atas penetapan mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan lahan untuk pelebaran Jalan Nangka di Kelurahan Sukamaju Baru, Depok.

"Saya prihatin sebagai sahabat ya. Saya ketemu dia setelah pensiun, juga melihat hidupnya nggak banyak yang berubah sebetulnya, tetap sederhana," katanya melalui keterangan pers, Rabu (29/8/2018).

Fahri juga merasa kasihan, karena banyak kader-kader utama Partai Keadilan Sejahtera (PKS)  kena kasus korupsi, di sisi lain pengurus tidak memberikan pembelaan.

"Padahal, kita harus menunjukkan bahwa Nur Mahmudi nggak salah, harus dibela. Cara membelanya memberikan bantuan hukum, memberikan advokasi," sarannya.

Berdasarkan catatannya, sekitar tujuh orang tokoh senior PKS masuk bui dan tidak diberikan bantuan hukum, seperti eks Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho, serta dua mantan presiden PKS Lutfi Hasan Ishaq dan Mahmudi.

"Untuk menunjukkan bahwa kader-kader partai ini baik-baik sehingga mereka harus dibela," ungkap Fahri.

Polresta Depok mulai menyidik kasus proyek pengadaan jalan pada November 2017, karena ada dugaan perbuatan melawan hukum dalam proses pengerjaan tahun anggaran 2015 itu. 

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kpk

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top