China dan Inggris Bisa Semakin Akrab Setelah Brexit

China dan Britania Raya sepakat untuk menjajaki kesepakatan perdagangan bebas bilateral dengan hasil terbaik setelah Inggris resmi meninggalkan Uni Eropa (Brexit). 
China dan Inggris Bisa Semakin Akrab Setelah Brexit Dwi Nicken Tari | 26 Agustus 2018 19:20 WIB
China dan Inggris Bisa Semakin Akrab Setelah Brexit
Ilustrasi - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – China dan Britania Raya sepakat untuk menjajaki kesepakatan perdagangan bebas bilateral dengan hasil terbaik setelah Inggris resmi meninggalkan Uni Eropa (Brexit). 

Hal itu disampaikan oleh Kementerian Perdagangan China melalui pernyataan setelah pertemuan antara Menteri Perdagangan China Zhong Shan dengan Menteri Perdagangan Inggris Liam Fox di Beijing pada Jumat (25/8/2018).

“Para menteri berdiskusi mengenai cara meningkatkan investasi dua-arah dan mengekspansikan perdagangan di sektor jasa,” tulis pernyataan yang dikeluarkan sehari setelah pertemuan tersebut, seperti dikutip Reuters, Minggu (26/8/2018).

Adapun, pada bulan lalu, China telah menawarkan pembicaraan terkait kesepakatan perdagangan bebas kepada Inggris. Merespons hal tersebut, Inggris pun memberikan pesan yang kuat kepada perusahaan China bahwa pasar Negeri Ratu Elizabeth akan terbuka sepenuhnya terhadap bisnis asing setelah Inggris keluar dari UE pada tahun depan.

Sejauh ini, Inggris telah memberikan sinyal bahwa China akan menjadi salah satu negara yang diincarnya untuk menjajaki kesepakatan perdagangan bebas bilateral.

Hal itu diperlihatkan di dalam pertemuan menteri perdagangan tersebut, bahwa kedua negara sepakat bakal secara aktif mencari kesempatan untuk mendiskusikan pakta perdagangan bebas dengan hasil terbaik setelah Brexit.

Kendati pakta perdagangan dengan China dapat menjadi kemenangan di bidang politik untuk Pemerintah Inggris, pembicaraan formalnya masih belum dapat dimulai sebelum Inggris benar-benar resmi meninggalkan UE. Bahkan, pembicaraan perdagangan bebas juga biasanya membutuhkan waktu yang lama untuk dapat disimpulkan.

Zhong juga berharap agar Inggris dapat memanfaatkan kesempatan di dalam pameran impor besar-besaran pada November di Shanghai yang akan dihadiri oleh Presiden China Xi Jinping untuk mengekspansikan ekspornya ke China.

Pernyataan kementerian itu pun mengutip Fox yang menyatakan bahwa dia akan memimpin delegasi Inggris di dalam pameran impor tersebut bersama Pangeran Andrew—anggota senior dari keluarga kerajaan Inggris.

“Inggris ingin mendongkrak ekspor menjadi 35% terhadap produk domestik bruto (PDB) setelah meninggalkan UE,” ujar Fox pada awal pekan kemarin, namun dia tidak memberikan informasi lebih lanjut mengenai pembingkaian waktu tercapainya target tersebut.

Adapun sebagai pendukung Brexit, Fox telah menghabiskan waktu selama dua tahun terakhir melawat ke berbagai negara untuk mempromosikan bahwa Inggris merupakan mitra dagang yang menguntungkan pada masa pasca-Brexit. Sejauh ini, Fox telah mengadakan pembicaraan awal untuk memulai negosiasi perdagangan di masa depan dengan beberapa negara, termasuk China. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ekonomi china, Brexit

Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top