Golkar Masih Mendamba Kursi Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Ma'ruf

Partai Golkar masih terobsesi untuk menempatkan kadernya sebagai ketua Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin.
Samdysara Saragih
Samdysara Saragih - Bisnis.com 26 Agustus 2018  |  21:29 WIB
Golkar Masih Mendamba Kursi Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Ma'ruf
Calon presiden petahana Joko Widodo (kedua kiri) bersama calon wakil presiden Ma'ruf Amin (kedua kanan), Ketua Umum Partai Golkar Airangga Hartarto (kiri) dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh (kanan) berdoa sebelum berangkat menuju KPU di Jakarta, Jumat (10/8/2018). - ANTARA/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA -- Partai Golkar masih terobsesi untuk menempatkan kadernya sebagai ketua Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Fungsionaris DPP Golkar Sirajuddin Abdul Wahab mengatakan partainya sejak awal mendukung Jokowi sebagai bakal calon presiden tanpa syarat. Bahkan, dia mengklaim dukungan itu tidak disertai tawar-menawar kursi calon wakil presiden.
Ketika Jokowi memilih Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin sebagai pendamping, Golkar tetap setia dalam jajaran koalisi. Karena itu, kata Sirajuddin, wajar bila Golkar mendapat kepercayaan memimpin Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf.
"Kami berharap Golkarlah yang nanti menjadi ketua tim pemenangan. Masak Golkar tak dapat apa-apa?" katanya di Jakarta, Sabtu (25/8/2018).
 
Sirajuddin menambahkan Golkar merupakan kekuatan politik kedua terbesar dalam koalisi pengusung Jokowi-Ma'ruf setelah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Menurutnya, posisi ketua TKN akan menggambarkan distribusi kekuatan parpol-parpol koalisi mengingat Jokowi adalah representasi PDIP.
 
Bila mendapat kepercayaan itu, Sirajuddin menjamin Golkar mampu mengerahkan sumber daya yang dimilikinya untuk memenangkan Jokowi-Ma'ruf.
Dia mengatakan jaringan atau infrastruktur Partai Beringin relatif kuat dan berakar di negeri ini.
 
Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf sebenarnya bisa digenggam Golkar apabila Wakil Presiden Jusuf Kalla bersedia menerima tawaran itu.
Sayangnya, bekas Ketua Umum DPP Golkar tersebut menolak memimpin tim pemenangan karena ingin fokus menjalankan tugas pemerintahan saat Jokowi kelak berkampanye.
 
Setelah penolakan itu, koalisi pengusung Jokowi-Ma'ruf tetap mengosongkan kursi ketua kala mendaftarkan struktur dan personalia TKN ke Komisi Pemilihan Umum, Senin (20/8/2018) lalu.
JK pun diplot sebagai Anggota Dewan Pengarah TKN Jokowi-Ma'ruf bersama dengan tokoh Golkar Akbar Tandjung dan Agung Laksono.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jokowi, partai golkar

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup