Prabowo-Sandi Pikat Kalangan Berduit, Jokowi-Ma’ruf Kuasai Wong Cilik

Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno mampu merebut suara kalangan berpendidikan dan berpendapatan tinggi, sedangkan Joko Widodo-Ma’ruf Amin tetap menguasai kelompok wong cilik.
Samdysara Saragih
Samdysara Saragih - Bisnis.com 22 Agustus 2018  |  00:17 WIB
Prabowo-Sandi Pikat Kalangan Berduit, Jokowi-Ma’ruf Kuasai Wong Cilik
Joko Widodo atau Jokowi dan Prabowo Subianto - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA – Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno mampu merebut suara kalangan berpendidikan dan berpendapatan tinggi, sedangkan Joko Widodo-Ma’ruf Amin tetap menguasai kelompok wong cilik.

Fakta itu terekam dari hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) sepanjang 12-19 Agustus 2018. Sebanyak 1.200 responden berusia di atas 17 tahun menjadi sampel dalam survei berbasis wawancara tatap muka itu. Survei memiliki marjin kesalahan sebesar +/-2,9% dengan tingkat kepercayaan 95%.

Di segmen kaum terpelajar, elektabilitas Prabowo-Sandiaga tercatat sebesar 44,5%, sedangkan Jokowi-Ma’ruf 40,4%. Kelompok terpelajar adalah istilah yang disematkan kepada segmen masyarakat bertitel minimal sarjana strata-1.

Seandainya Jokowi belum ada pendamping, elektabilitasnya di kalangan berpendidikan tinggi sebenarnya menyentuh 50,5%. Namun, keberadaan figur Ma’ruf Amin membuat elektabilitasnya tinggal 40,4%.

Sebaliknya, Prabowo yang sendirian hanya mampu mendapatkan 37,4% suara kelompok terpelajar, langsung melejit karena menggandeng Sandiaga. Tambahan 7,1% suara tersebut merupakan andil sang Wakil Gubernur DKI Jakarta.

“Jadi, Ma’ruf mengurangi dukungan kaum terpelajar, sedangkan Sandi menambah dukungan,” kata Peneliti LSI Adjie Alfaraby di Jakarta, Selasa (21/8/2018).

Survei LSI juga memperlihatkan adanya korelasi antara pendidikan dengan tingkat pendapatan seseorang sebagai pertimbangan memilih calon wakil presiden. Dari tiga level pendapatan, Sandiaga mampu mengerek dukungan kalangan atas (lebih Rp3 juta per bulan), tetapi kalah dari Ma’ruf pada kelompok berpendapatan bawah atau wong cilik (di bawah Rp2 juta per bulan) dan menengah (Rp2 juta-Rp3 juta per bulan).

Di kalangan atas, Sandiaga memiliki elektabilitas 42,9%, berbanding 37,0% yang didapat Ma’ruf. Di kelompok bawah dan menengah, Ma’ruf dipilih oleh masing-masing 45,0% dan 46,4% responden, sedangkan Sandiaga berturut-turut 25,1% dan 34,2%.

Adjie menjelaskan sekitar 58,5% warga Indonesia dalam survei berpendapatan rendah, disusul kelompok atas 21,9%, dan kelompok menengah 19,6%. Karena mampu unggul di kelompok bawah dan menengah, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf secara keseluruhan unggul dari Prabowo-Sandiaga.

Meski demikian, dia mewanti-wanti Jokowi-Ma’ruf bahwa suara kalangan terpelajar—yang biasanya pendapatannya tinggi itu—tidak bisa dipandang sebelah mata. Pasalnya, kelompok ini mampu mempengaruhi suara segmen pemilih lainnya.
“Dari populasi memang jumlahnya kecil, tetapi mereka bisa menggiring opini,” ujar Adjie.

Untuk masyarakat Indonesia secara keseluruhan, LSI mendapati Jokowi-Ma'ruf memiliki elektabilitas 52,2%, sedangkan Prabowo-Sandi 29,5%. Terdapat 18,3% masyarakat yang belum menentukan pilihan atau menjawab tidak tahu ketika ditanya surveyor.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Pilpres 2019

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top