Taliban Serang 3 Bus Berpenumpang Sipil di Afghanistan

Kelompok pemberontak Afghanistan menyerang 3 bus yang berpenumpang 200 orang di tengah tawaran gencatan senjata dari Pemerintah Afghanistan terhadap Taliban.
Annisa Margrit | 21 Agustus 2018 14:07 WIB
Helikopter Black Hawk AS di Afghanistan - Reuters/Erik De Castro

Bisnis.com, JAKARTA -- Kelompok pemberontak Afghanistan menyerang 3 bus yang berpenumpang 200 orang di tengah tawaran gencatan senjata dari Pemerintah Afghanistan terhadap Taliban.
 
Peristiwa itu terjadi pada Senin (20/8). Para penumpang disebut tengah dalam perjalanan wisata menjelang perayaan Iduladha. 
 
Reuters melansir Selasa (21/8/2018), sebagian besar warga sipil yang disandera telah dibebaskan tapi Taliban tetap menahah setidaknya 20 tentara dan polisi Afghanistan.
 
"Lebih dari 160 warga sipil sudah kembali ke rumah masing-masing dengan aman, tapi setidaknya 20 tentara dan polisi dibawa ke lokasi rahasia oleh Taliban," ungkap anggota parlemen Kunduz Ghulam Rabani Rabani. 
 
Juru bicara Pemerintah Provinsi Kunduz Esmatullah Muradi mengungkapkan penyanderaan terjadi ketika bus-bus tersebut melewati Kunduz dari Provinsi Takhar.
 
"Bus-bus itu diberhentikan oleh Taliban, penumpang dipaksa turun, dan mereka dibawa ke lokasi rahasia," paparnya.
 
Bus disergap setelah Taliban mendapat informasi dalam bus tersebut terdapat banyak anggota keamanan Afghanistan yang tengah menuju Kabul. 
 
Kemarin, Taliban juga telah menolak tawaran gencatan senjata dari Pemerintah Afghanistan dan menyatakan akan melanjutkan serangan mereka. Presiden Afghanistan Ashraf Ghani sebelumnya telah mengajak Taliban melakukan gencatan senjata selama tiga bulan, dimulai dari Iduladha pekan ini. 
 
Penolakan didasari kekhawatiran kemungkinan kembali masuknya AS ke negara itu. Dalam gencatan senjata singkat ketika Idulfitri 2018, Taliban menuding kesempatan itu dimanfaatkan oleh militer AS untuk memperkuat posisinya lagi di negara Asia Selatan itu.

Sumber : Reuters

Tag : afghanistan
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top