McDonald’s Bagi 5.000 Paket Makanan untuk Korban Gempa Lombok

Bantuan ini diserahkan langsung oleh tim McDonald’s kepada para korban yang berada di pengungsian, terutama di daerah-daerah yang terkena dampak gempa paling parah seperti Kecamatan Pemenang dan Kecamatan Tanjung di Lombok Utara, dan Kecamatan Sembalun di Lombok Timur.
M. Taufikul Basari | 09 Agustus 2018 21:46 WIB
Anak-anak korban gempa Lombok - McDonald

Bisnis.com, JAKARTA – Jaringan gerai makanan McDonald's Indonesia, PT Rekso Nasional Food menyalurkan bantuan kepada korban gempa bumi Lombok berupa lebih dari 5.000 paket makanan.

Bantuan ini diserahkan langsung oleh tim McDonald’s kepada para korban yang berada di pengungsian, terutama di daerah-daerah yang terkena dampak gempa paling parah seperti Kecamatan Pemenang dan Kecamatan Tanjung di Lombok Utara, dan Kecamatan Sembalun di Lombok Timur.

Bersama tim PT Sinar Sosro yang membawa bantuan berupa air mineral dan Teh Botol Sosro, tim McDonald’s Indonesia yang dipimpin oleh Associate Director of Communication Sutji Lantyka mengunjungi beberapa lokasi pengungsian guna memberikan bantuan berupa paket makanan.

“Sebanyak lebih dari 5000 paket makanan kami distribusikan kepada para pengungsi. Saya melihat sendiri bagaimana penderitaan saudara-saudara kita yang terkena gempa, kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban mereka” ujar Sutji Lantyka dalam rilis media, Kamis (9/8/2018).

Selain mengunjungi lokasi-lokasi penampungan korban gempa, tim McDonald’s Indonesia juga mengunjungi lokasi pengungsian para karyawan McDonald’s yang terkena dampak langsung dari musibah. McDonald’s memiliki dua restoran yang berada di Mataram & Cilinaya Lombok.

Pada saat kejadian, seluruh karyawan dan konsumen yang tengah berada di kedua restoran langsung dievakuasi. Setelah sempat tutup sehari pada Senin (6/8/2018) demi keselamatan, kedua restoran McDonald’s di Lombok saat ini sudah dibuka kembali, meskipun belum 24 jam guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Bagi kami di McDonald’s Indonesia, keselamatan karyawan dan konsumen merupakan hal utama. Pada saat terjadi hal-hal seperti bencana alam kami sudah memiliki standar keselamatan baku untuk karyawan dan konsumen,” imbuh Sutji.

Menurutnya, tidak ada karyawan maupun keluarganya yang menjadi korban jiwa ataupun mengalami luka karena gempa. Meski demikian, ada beberapa karyawan yang rumahnya mengalami kerusakan dari skala sedang hingga parah.

“Kami berusaha untuk membantu mereka dengan memenuhi kebutuhan mereka seperti makanan, uang tunai dan kebutuhan lainnya,” ujar Sutji lagi.

Tag : gempa lombok
Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top