Survei DMI: Banyak Pemuda Muslim Indonesia Tak Setuju Radikalisme

Hasil survei persepsi dan aspirasi generasi muda terhadap masjid oleh Dewan Masjid Indonesia (DMI) menunjukkan bahwa pemuda muslim Indonesia tidak setuju dengan paham radikalisme.
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh | 27 Juli 2018 18:22 WIB
Danial Iskandar, peneliti dari Merial Institute. - JIBI/ Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh

Bisnis.com, JAKARTA - Hasil survei persepsi dan aspirasi generasi muda terhadap masjid oleh Dewan Masjid Indonesia (DMI) menunjukkan bahwa pemuda muslim Indonesia tidak setuju dengan paham radikalisme.

"Sebanyak 81,19% responden mengaku tidak pernah mendengarkan ceramah yang berisi ajakan untuk memusuhi agama dan etnis tertentu dan 97,97% tidak setuju materi ceramah seperti itu," ungkap Danial Iskandar, peneliti dari Merial Institute saat menyampaikan Survei Persepsi dan Aspirasi Generasi Muda Terhadap Masjid, di Kantor PP DMI, Kebayoran Baru, Jakarta, Jumat (27/7).

Hasil survei juga menunjukkan bahwa hanya 6,98% responden mengaku pernah mendengarkan ceramah yang berisi ajakan untuk memusuhi agama dan etnis tertentu, dan 2,03% responden setuju dengan materi berisikan paham radikalisme tersebut

"Sebanyak 11,82% lainnya mengaku ragu-ragu apakah mereka pernah mendengarkan isi ceramah semacam itu," tutur Danial.

Kekhawatiran masjid digunakan untuk tujuan politik praktis juga masih ada, namun tidak terlalu signifikan, hanya 15,65% responden yang pernah menemukan materi ceramah yang berisikan ajakan politik praktis di masjid dan 15,54% responden yang setuju dengan isi materi tersebut.

"Dari hasil survei ini ditemukan bahwa banyak generasi muda yang beribadah ke masjid, namun mereka membutuhkan variasi kegiatan sosial dan ekonomi. Mereka berharap masih dapat dimanfaatkan lebih dari sekadar tempat ibadah salat," kata Danial.

Data Survei ini didapatkan oleh Departemen Kaderisasi Pemuda PP DMI bekerjasama dengan Merial Institute. Survei dilaksanakan selama 5 hari mulai 17-21 Juli 2018 dan mendapatkan 888 responden yang berdomisili di 12 Kota Besar Indonesia yakni; Kota Jakarta, Depok, Bekasi, Tangerang, Bogor, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Makassar, Medan dan Palembang.

Pengumpulan data menggunakan pengisian kuesioner pada platform online Google Forms.

Responden yang terhimpun adalah warga negara Indonesia beragama Islam berusia 16-30 tahun sesuai dengan Undang-undang No.40 tahun 2009 tentang kepemudaan.

Tag : dewan masjid, radikalisme
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top