Kemenkes Siapkan 70 Ton Aneka Obat untuk Jamaah Haji

"Bila obat-obatan tersebut sudah habis maka Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) dapat meminta di Depo Farmasi yang ada di klinik kesehatan haji Indonesia di Madinah," kata Kepala Bidang Kesehatan Arab Saudi, Melzan Dharmayuli dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Rabu Sore (25/7).
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh | 25 Juli 2018 16:03 WIB
Aspirin - Preeclampsia Foundation

Bisnis.com, JAKARTA - Pada musim haji 2018 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI telah menyiapkan 70 ton obat-obatan untuk jamaah haji asal Indonesia.

Adapun pembagiannya sebanyak 20% untuk Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Madinah dan 80% untuk KKHI Makkah termasuk Armina. Obat di Makkah ini sewaktu-waktu dapat dikirim ke Madinah bila diperlukan.

"Bila obat-obatan tersebut sudah habis, maka Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) dapat meminta di Depo Farmasi yang ada di klinik kesehatan haji Indonesia di Madinah," kata Kepala Bidang Kesehatan Arab Saudi, Melzan Dharmayuli dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Rabu (25/7/2018).

Obat-obatan yang tersedia di depo farmasi KKHI terdiri dari 22 kelas terapi, diantaranya adalah obat  untuk antihipertensi, antialergi, antiinfeksi, antivirus, antijamur, antiparkinson, obat pengencer darah dan lain-lain.

Obat yang paling banyak disiapkan oleh KKHI Madinah adalah analgetik nonnarkotik yaitu obat-obat yang digunakan sebagai penghilang rasa sakit. Antibiotik juga cukup banyak jumlahnya. Selain jamaah, TKHI juga sudah dibekali dengan obat-obatan sejak dari embarkasi.

"Tahun ini paket obat untuk petugas sebanyak 511 paket. Jumlah tersebut lebih banyak dari jumlah kloter yaitu 507 kloter. Kelebihan paket obat ini disiapkan bila ada penambahan kloter gabungan," jelas Melzan.

Adapun jenis obat atau perbekalan kesehatan yang dibawa oleh TKHI meliputi obat antibiotik, analgetik, obat sakit perut, obat anastesi, obat jantung, obat antihipertensi, obat untuk konstipasi atau sulit buang air besar, oralit dan obat-obatan psychotropic serta obat anti alergi.

Kepada jemaah haji yang memiliki risiko tinggi, Melzan juha berpesan agar teratur minum obat.

"Jangan lupa minum obat dan batasi aktivitas. Jangan terlalu tinggi [berlebihan dalam beraktivitas]," katanya.

Selain depo Farmasi, Kementerian Kesehatan juga telah menyiapkan paket berbekalan kesehatan untuk jamaah haji asal Indonesia.

Paket tersebut terdiri dari 2 lembar masker kain, 1 kotak masker sekali pakai berisi 50 lembar, 1 botol penyemprot air ukuran 500 mililiter, 10 sachet oralit, 1 tube balsem, 5 lembar plester, 4 lembar tisu basah untuk mandi dan 1 kantong paket untuk membungkus perlengkapan ini.

"Semua barang-barang tersebut telah diberikan kepada jamaah di masing-masing embarkasi," tukas Melzan.

Tag : kemenkes, Ibadah Haji
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top