Beri Kuis Berhadiah Sepeda Boneka, Presiden Bingung Kok Ada Anak Menangis

Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo bersama anak-anak menghabiskan waktu untuk saling bertegur sapa, bermain, dan bernyanyi bersama, di halaman tengah Istana Merdeka pada Jumat sore (20/7/2018).
David Eka Issetiabudi | 21 Juli 2018 00:04 WIB
Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana bergembira bersama anak-anak di halaman tengah Istana Merdeka. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo bersama anak-anak menghabiskan waktu untuk saling bertegur sapa, bermain, dan bernyanyi bersama, di halaman tengah Istana Merdeka pada Jumat sore (20/7/2018).

Presiden bersama Ibu Negara dan juga anak-anak mendengarkan lagu dari pemenang Lomba Cipta Lagu Anak (LCLA) 2018.

Menurut keterangan tertulis dari Biro Protokol dan Media Istana, acara ini bagian dari kegiatan bertajuk "Bermain, Berdendang, dan Berimajinasi Bersama Anak" yang digagas oleh Badan Ekonomi Kreatif.

Seperti biasanya, Presiden memberikan sejumlah pertanyaan kepada anak-anak yang hadir. Semua anak tampak berebut untuk dapat ditunjuk menjawab pertanyaan berhadiah maskot Asian Games dan sepeda itu.

Di tengah keriuhan tersebut, Presiden mendengar suara seorang anak yang menangis. "Ini yang menangis kenapa ya? Coba maju ke sini," ujarnya.

Anak laki-laki bernama Akar memperkenalkan diri, ternyata menangis karena sudah menunjukkan jarinya tetapi luput dari perhatian Presiden. Oleh karenanya, Akar langsung diberikan pertanyaan untuk menyebutkan dua pulau yang ada di Indonesia. "Pulau Rinca, Pulau Komodo," jawab Akar.

Karena mampu menjawab dengan tepat, Kepala Negara menghadiahkan Akar dengan hadiah yang diinginkan. "Pilih sepeda atau pilih boneka?" kata Jokowi.

Berbeda dengan anak yang lain, Akar malah memilih boneka untuk dibawa pulang. Turut hadir mendampingi Presiden dan Ibu Iriana, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.

Tag : presiden, anak-anak
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top