Trump Tekankan Keamanan Israel saat Bertemu Putin

Washington dan Moskow akan berupaya memastikan keamanan Israel, kata Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin seusai berunding dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Rustam Agus
Rustam Agus - Bisnis.com 17 Juli 2018  |  01:39 WIB
Trump Tekankan Keamanan Israel saat Bertemu Putin
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS Donald Trump - Istimewa

Bisnis.com, HELSINKI--Washington dan Moskow akan berupaya memastikan keamanan Israel, kata Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin seusai berunding dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

"Kami sama-sama telah berbicara dengan Bibi (sebutan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu) dan mereka akan melakukan sejumlah langkah dengan Suriah, yang berkaitan dengan keamanan Israel," kata Trump dalam jumpa pers bersama Putin.

"Amerika Serikat dan Rusia akan bekerja sama terkait hal itu," kata dia.

"Menciptakan keamanan bagi Israel akan Putin dan saya upayakan dengan saksama," kata Trump.

Sementara itu, Putin mengatakan bahwa Trump menghabiskan sebagian besar waktu perundingan bersama di Helsinki ini dengan membicarakan Israel. Situasi yang ada sudah kondusif untuk mengupayakan kerja sama terkait Suriah, kata Putin.

Washington dan Moskow selama ini punya sikap yang berbeda dan mendukung pihak yang berlawanan dalam perang saudara di Suriah yang telah berlangsung selama delapan tahun terakhir.

Trump mengatakan bahwa dia ingin membantu rakyat Suriah berdasarkan alasan kemanusiaan.

"Militer kami (Amerika Serikat dan Rusia) telah berhubungan dengan cara yang lebih baik, ketimbang para pemimpin politik kami selama bertahun-tahun. Dan kami juga sudah satu sikap terkait Suriah," kata Trump.

Trump juga mengaku menekankan pentingnya tekanan internasional bersama terhadap Iran, yang selama ini menjadi sekutu Rusia, sementara Putin mengaku memahami penentangan Washington terhadap perjanjian nuklir internasional dengan Iran, yang didukung Rusia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
vladimir putin, Donald Trump

Sumber : Antara/Reuters

Editor : Rustam Agus
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top