Menteri Inggris untuk Brexit dan Wakilnya Mengundurkan Diri

Menteri Inggris untuk urusan Brexit, David Davis dan wakilnya, Steve Baker, mengundurkan diri dari pemerintahan pada hari Minggu (8/7/2018).
Aprianto Cahyo Nugroho | 09 Juli 2018 06:59 WIB
Perdana Menteri Inggris Theresa May - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Inggris untuk urusan Brexit David Davis dan wakilnya, Steve Baker, mengundurkan diri dari pemerintah pada hari Minggu (8/7/2018).

Pengunduran diri ini terjadi hanya dua hari setelah Perdana Menteri Inggris Theresa May mengamankan dukungan kabinetnya untuk rencana menjaga hubungan erat dengan Uni Eropa setelah meninggalkan blok tersebut.

Davis dan Baker, yang keduanya sudah lama bersikap skeptic terhadap zona euro, memutuskan bahwa mereka tidak dapat mendukung kebijakan tersebut, ungkap seseorang yang mengetahui pengunduran diri itu. Kantor Perdana Menteri May menegaskan bahwa Davis telah mengundurkan diri, tetapi belum berkomentar mengenai alasannya.

Davis, Baker, dan anggota pro-Brexit lainnya dari Partai Konservatif memiliki kekhawatiran yang mendalam tentang rencana PM May untuk menjaga agar Inggris terikat dengan peraturan Uni Eropa mengenai barang dan mengadopsi pengaturan pabean dengan 27 negara anggota lainnya.

Mereka merasa Inggris harus sepenuhnya keluar dari blok tersebut dan dibebaskan untuk mengejar kesepakatan perdagangan baru dengan negara lain, serta membuat hukumnya sendiri yang bebas dari pengaruh Eropa.

Sebagai menteri yang bertanggung jawab atas negosiasi Brexit, Davis merupakan suara utama dalam perdebatan di Inggris. Pengunduran diri tersebut berpotensi untuk menggulingkan pemerintahan May dan menggerakkan rantai peristiwa yang dapat mengarah pada upaya untuk menggulingkan dirinya sebagai Perdana Menteri.

Pengunduran tersebut datang pada waktu yang kritis dan sangat sensitif untuk strategi May, ketika dia berusaha membuat kemajuan dalam negosiasi di Brussels. Perjanjian Brexit dijadwalkan selesai hanya dalam waktu 15 minggu, tetapi masih ada hambatan besar yang harus diatasi.

Pada hari Jumat, May mencapai konsensus yang jarang terjadi dalam rapat kabinet kunci di Checkers dalam perjalanan ke depan untuk negosiasi dengan Uni Eropa. Konsensus tersebut dimaksudkan untuk memulai pembicaraan yang telah terhenti selama berbulan-bulan.

Tag : Brexit
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top