Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Anwar Ibrahim: Najib Akan Diadili Secara Adil

Politisi Malaysia Anwar Ibrahim mengimbau semua pemimpin politik dapat memiliki keseimbangan, etika, dan keadilan. Hal itu pula yang harus diberikan di dalam pengusutan kasus korupsi 1MDB yang menyeret Mantan PM Najib Razak.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 04 Juli 2018  |  13:23 WIB
Dato Seri Anwar Ibrahim (kedua dari kiri) mantan Wakil PM Malaysia yang kini menjabat sebagai Ketua Koalisi partai penguasa di Malaysia, Pakatan Harapan, menyatakan bahwa Najib Razak akan diadili menggunakan hukum yang adil terkait kasus korupsi 1MDB. Hal itu disampaikannya dalam konferensi pers ECGL Leadership Forum: Forum Kepemimpinan Pertama di Indonesia, di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (4/7/2018). - Bisnis/Dwi Nicken Tari
Dato Seri Anwar Ibrahim (kedua dari kiri) mantan Wakil PM Malaysia yang kini menjabat sebagai Ketua Koalisi partai penguasa di Malaysia, Pakatan Harapan, menyatakan bahwa Najib Razak akan diadili menggunakan hukum yang adil terkait kasus korupsi 1MDB. Hal itu disampaikannya dalam konferensi pers ECGL Leadership Forum: Forum Kepemimpinan Pertama di Indonesia, di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (4/7/2018). - Bisnis/Dwi Nicken Tari

Bisnis.com, JAKARTA -- Politisi Malaysia Anwar Ibrahim mengimbau semua pemimpin politik dapat memiliki keseimbangan, etika, dan keadilan. Hal itu pula yang harus diberikan di dalam pengusutan kasus korupsi 1MDB yang menyeret Mantan PM Najib Razak.

"Najib akan diadili dengan adil. Saya pendukung negara hukum. Hukum tidak mengenal kedudukan besar dan kecil," kata Anwar ketika berpidato di acara ECGL Leadership Forum di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (4/7/2018).

Dia menjelaskan, yang akan menentukan hasil peradilan Najib adalah due process, bahwa Najib harus menjawab segala tuduhan yang diberikan kepadanya.

Dia menyayangkan hal serupa tidak diterimanya ketika dia dipecat dan dipenjarakan oleh PM Mahathir Mohamad pada 1998.

Namun, dia menyatakan telah memaafkan Mahathir. Kendati kedua putrinya menginginkan kata [permohonan] "maaf" diucapkan langsung oleh PM tertua di dunia tersebut.

"Dia [Mahathir] datang kepada saya, katanya 'Anwar, saya kira sekarang saatnya kita bekerja sama karena pemerintah sekarang begitu korup dan bersama-sama membangun neger ini'," kenang Anwar Ibrahim.

Anwar menambahkan, baginya hal itu sudah lebih dari permintaan maaf. Kini, dia ingin memberikan seluruh keleluasaan kepada Mahathir sementara dirinya akan melawat ke luar negeri dan menyambung tali silaturahmi dengan sahabat-sahabatnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

malaysia najib razak
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top