SKANDAL 1MDB: Polri Tangkap DPO Datuk Seri Jamal di Tebet

Kapolri Tito Karnavian membenarkan telah membantu penangkapan Ketua UMNO Bagian Sungai Besar Datuk Seri Jamal Md Yunos yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dalam kasus dugaan korupsi 1Malaysia Development Berhad atau 1MDB.
JIBI | 03 Juli 2018 12:10 WIB
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (tengah) memberi keterangan pada wartawan usai meninjau rutan cabang Salemba Mako Brimob Kelapa Dua pasca kerusuhan di Depok, Jawa Barat, Kamis (10/5). Kapolri meninjau Mako Brimob pasca insiden antara narapidana teroris dengan petugas yang mengakibatkan lima anggota Polri dan seroang teroris meninggal dunia. ANTARA FOTO - Indrianto Eko Suwarso

Bisnis.com, JAKARTA – Kapolri Tito Karnavian membenarkan telah membantu penangkapan Ketua UMNO Bagian Sungai Besar Datuk Seri Jamal Md Yunos yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dalam kasus dugaan korupsi 1Malaysia Development Berhad atau 1MDB.

"Kemarin sore sudah ditangkap. Kepala polisi Malaysia menghubungi saya, timnya memberi informasi terkait tentang yang bersangkutan," kata Tito di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Selasa (3/7/2018).

Jamal, kata Tito, merupakan tersangka dan salah satu saksi kunci dalam kasus korupsi pengelolaan dana pemerintah (sovereign wealth fund) 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Skandal pencucian uang itu diduga bernilai hingga US$4,5 miliar (R 63,8 triliun).

"Yang bersangkutan meninggalkan Malaysia secara ilegal," ucap Tito.

Polisi kemudian melakukan investigasi. Jamal dikabarkan meninggalkan Malaysia pada 13 Juni lalu. Ia ditangkap di Tebet, Jakarta Selatan dan saat ini telah mendekam sementara di Polda Metro Jaya. Rencananya, ia akan dideportasi hari ini atau besok.

"Saya sudah sampaikan ke Polis Diraja Malaysia akan dilakukan deportasi. Kemungkinan hari ini atau besok," ujar Tito.

Mantan PM Malaysia

Kasus korupsi pengelolaan dana pemerintah (sovereign wealth fund) 1Malaysia Development Berhad (1MDB) tersebut diduga melibatkan mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak.

Perusahaan investasi milik negara Malaysia itu dibentuk oleh Najib tahun 2009, dan ia mengepalai dewan penasehat 1MDB sampai tahun 2016.

1MDB berfokus pada proyek-proyek pembangunan strategis di bidang energi, properti, pariwisata, dan agribisnis.

Umumnya, sovereign wealth fund didanai oleh cadangan devisa bank sentral yang berasal dari surplus anggaran dan perdagangan, serta pendapatan dari ekspor sumber daya alam.

Malaysia yang tidak memiliki dana yang cukup saat mendirikan 1MDB, akhirnya membuat pengelolanya menggalang dana dengan cara menjual obligasi dan melakukan usaha gabungan (joint venture) dengan pihak asing.

Bankir muda Malaysia bernama Low Taek Jho atau dikenal dengan sebutan Jho Low, sahabat karib Riza Aziz yang merupakan anak tiri Najib, ikut membantu pembentukan 1MDB.
Najib hingga kini masih membantah keterlibatannya dalam skandal tersebut.

 

Sumber : Tempo

Tag : malaysia
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top